Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pelatihan dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 53 responden dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis yaitu uji-t dan uji-F. Instrumen yang digunakan kuesioner. Hasil Uji-t, pelatihan (X_1) dengan nilai t hitung (7,977) lebih dari t tabel (1,67591) dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya menerima hipotesis alternatif (H_1) dan menolak hipotesis alternatif (H_0). Hasil uji-t variabel kepemimpinan (X_2) dengan nilai t hitung (3,378) lebih dari t tabel (1,67591). Artinya menerima hipotesis alternatif (H_2) dan menolak hipotesis alternatif (H_0). Variabel pelatihan dan kepemimpinan diuji secara simultan, dengan nilai F hitung (38,266) lebih dari f tabel (3,19), artinya menerima hipotesis alternatif (H_3) dan menolak hipotesis alternatif (H_0). Nilai koefisisen determinasi mencapai 0,589 atau sebesar 58,9 persen yang berarti bahwa variabel pelatihan dan kepemimpinan mempengaruhi Kinerja pegawai pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara sisanya sebesar 41,1 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.
Copyrights © 2021