Keberagaman bahasa, sastra, dan budaya Indonesia merupakan sumber penting bagi pengembangan pembelajaran yang kontekstual sekaligus penguatan kebinekaan. Persoalannya, local genius dalam pembelajaran bahasa dan sastra sering hanya ditempatkan sebagai bahan atau contoh, belum sepenuhnya diolah menjadi sumber pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Artikel ini bertujuan merumuskan model inovasi pembelajaran bahasa dan sastra berbasis local genius melalui Teori Pendidikan Abad ke-21 3H Wahyono. Penelitian ini menggunakan metode kajian konseptual melalui studi pustaka dan sintesis teoretis terhadap teori 3H Wahyono, konsep local genius, pembelajaran bahasa dan sastra, pendidikan kebinekaan, serta pembelajaran abad ke-21. Hasil kajian menghasilkan Model 3H-Local Genius yang mengintegrasikan Heart sebagai landasan apresiasi dan penghargaan budaya, Head sebagai proses memahami dan mengkritisi pengetahuan budaya, serta Hand sebagai kemampuan menghasilkan karya dan melakukan tindakan nyata. Model ini diperkuat oleh lima orientasi integratif: koordinatif, interaktif, integratif, sinergis, dan transformatif. Model dapat diterapkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran bahasa dan sastra untuk membangun literasi budaya, karakter, kreativitas, serta ketahanan budaya.
Copyrights © 2026