Informasi obat berperan penting dalam mendukung keamanan penggunaan obat, namun kompleksitas bahasa medis dan variasi tingkat literasi kesehatan masyarakat dapat menghambat pemahaman terhadap pesan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model “Bahasa Obat Ramah Publik” berbasis analisis linguistik informasi obat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method melalui analisis teks label, brosur, dan patient information leaflet, wawancara semi-terstruktur, serta pengukuran literasi obat menggunakan kuesioner dan Cloze Test terhadap 202 responden di Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi obat masih didominasi istilah teknis, struktur kalimat kompleks, dan kepadatan informasi yang meningkatkan beban pemahaman pengguna. Masyarakat lebih mudah memahami informasi praktis, tetapi mengalami kesulitan pada informasi teknis seperti efek samping, kontraindikasi, dan istilah medis. Model “Bahasa Obat Ramah Publik” dikembangkan melalui penyederhanaan istilah, pengorganisasian informasi, penggunaan bahasa komunikatif, elemen visual, dan edukasi tenaga kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan model ini dapat meningkatkan keterpahaman informasi obat dan mendukung penggunaan obat yang aman.
Copyrights © 2026