Burnout merupakan kondisi psikologis yang sering dialami oleh tenaga kesehatan dan dapat berdampak pada kualitas pelayanan serta keberlangsungan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap terjadinya burnout pada tenaga kesehatan di RS M Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan melibatkan 98 tenaga kesehatan sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur (Maslach Burnout Inventory, NASA-TLX, Work Motivation Questionnaire, dan Minnesota Satisfaction Questionnaire) yang diisi secara mandiri. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, masa kerja, dan unit kerja) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian burnout (p > 0,05). Sebaliknya, beban kerja (p=0,004), motivasi kerja (p=0,011), dan kepuasan kerja (p=0,017) terbukti berpengaruh signifikan terhadap burnout. Tenaga kesehatan dengan beban kerja tinggi, motivasi kerja rendah, dan kepuasan kerja rendah memiliki risiko lebih besar mengalami burnout. Pihak manajemen rumah sakit perlu melakukan pengelolaan beban kerja, peningkatan motivasi kerja, serta perbaikan kepuasan kerja guna menekan kejadian burnout.
Copyrights © 2026