Pengelolaan limbah peternakan rakyat masih menjadi tantangan besar, khususnya di wilayah pedesaan. Limbah kotoran padat dan cair seringkali dibuang tanpa pengolahan, sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Artikel ini membahas penerapan strategi ekonomi sirkular dalam pemanfaatan limbah peternakan untuk meningkatkan nilai tambah, mengurangi pencemaran, dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok tani ternak Mekar Tani di Kalimantan Selatan dengan metode partisipatif, meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi pembuatan pupuk organik padat dan cair, serta pendampingan usaha. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah, terbentuknya unit usaha pupuk organik, dan peningkatan pendapatan kelompok sebesar Rp2,3–5,75 juta per bulan. Dengan demikian, strategi ekonomi sirkular berbasis pemanfaatan limbah terbukti relevan dan bermanfaat untuk memperkuat sektor peternakan rakyat.
Copyrights © 2026