Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang membentuk akidah, akhlak, dan karakter anak sejak usia dini, namun pesatnya penetrasi teknologi digital menghadirkan tantangan pengasuhan baru berupa kecanduan gawai, paparan algoritma media sosial, dan konten yang tidak selalu selaras dengan nilai-nilai Islam. Kajian hadis tarbawi tentang pendidikan keluarga masih jarang dihubungkan secara eksplisit dengan persoalan digital parenting kontemporer, sehingga terdapat kesenjangan antara khazanah hadis klasik dan kebutuhan praktik pengasuhan masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi tiga hadis Nabi Muhammad SAW tentang fitrah anak, tanggung jawab orang tua sebagai pemimpin keluarga, dan pemilihan lingkungan pergaulan dalam menjawab tantangan pengasuhan anak di era digital. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, memadukan content analysis dan pendekatan hermeneutik terhadap hadis, kitab syarah, dan literatur ilmiah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga hadis tersebut tetap relevan dan dapat disintesiskan menjadi kerangka digital parenting berbasis hadis tarbawi yang mencakup keteladanan, pendampingan aktif, penguatan komunikasi keluarga, dan penanaman nilai spiritual. Penelitian ini berkontribusi menawarkan kerangka konseptual yang menjembatani hadis klasik dengan praktik pengasuhan digital, serta berimplikasi pada perlunya penguatan literasi digital berbasis nilai keislaman bagi orang tua.
Copyrights © 2026