Penyelenggaraan angkutan kota di Kota Bogor menghadapi berbagai tantangan, seperti menurunnya minat masyarakat, kondisi armada yang belum optimal, dan meningkatnya persaingan dengan transportasi berbasis aplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep Public Value pada angkutan kota di Kota Bogor menggunakan kerangka Strategic Triangle Mark H. Moore yang meliputi public value outcomes, legitimacy and support, dan operational capacity. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Public Value belum berjalan optimal. Pada dimensi public value outcomes, manfaat pelayanan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Pada dimensi legitimacy and support, angkutan kota masih memperoleh legitimasi sebagai moda transportasi yang dibutuhkan, namun dukungan terhadap kualitas pelayanannya cenderung menurun. Pada dimensi operational capacity, Dinas Perhubungan Kota Bogor telah melaksanakan fungsi pembinaan, pengawasan, dan koordinasi, tetapi masih menghadapi kendala pada kondisi armada, sumber daya, dan adaptasi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kapasitas penyelenggara, dan pemanfaatan teknologi diperlukan untuk mewujudkan Public Value yang lebih optimal.
Copyrights © 2026