Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar akibat proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered) dan kurangnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media Edpuzzle dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik serta mengukur perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain Non-equivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari kelas V A dan kelas V B SDN Sukaraja II dengan jumlah masing-masing 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, Mann Whitney U, effect size, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Perhitungan effect size memperoleh nilai 2,18 yang termasuk dalam kategori besar serta efektivitas media Edpuzzle pada kelas eksperimen memperoleh hasil sebesar 0,67 dan pada kelas kontrol sebesar 0,50. Hal tersebut, menunjukkan bahwa media Edpuzzle lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026