Perkembangan teknologi digital telah mengubah website dari sekadar media penyampaian informasi menjadi instrumen strategis dalam membangun digital branding pada pemasaran properti secara daring. Desain antarmuka website menjadi faktor penting yang memengaruhi persepsi pengguna terhadap profesionalitas, kepercayaan, dan ketertarikan terhadap produk yang ditawarkan. Penelitian terdahulu banyak menggunakan instrumen seperti User Experience Questionnaire (UEQ), System Usability Scale, dan WebQual untuk mengevaluasi usability, namun sebagian besar hanya berhenti pada pengukuran kualitas pengalaman pengguna tanpa mengkaji dampaknya terhadap tujuan strategis seperti digital branding. Penelitian ini menganalisis pengaruh desain antarmuka website terhadap digital branding menggunakan metode UEQ yang mengukur enam dimensi: Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, dan Novelty. Data dikumpulkan dari 213 responden website properti PT Seika Damar Kencana melalui kuesioner daring yang menggabungkan 20 item UEQ dengan empat indikator digital branding, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan kualitas pengalaman pengguna tergolong baik hingga sangat baik, namun hipotesis utama mengenai hubungan keseluruhan antara UX dan digital branding ditolak (r = -0,001; p = 0,985), dan hanya dua dari dua puluh empat sub-hipotesis yang signifikan. Sebagai pembanding, evaluasi terhadap website TKRJ (n = 100) menunjukkan pola berkebalikan: seluruh dimensi UEQ berkategori Bad namun berkorelasi sangat kuat dengan digital branding (r = 0,969; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa desain antarmuka yang baik merupakan syarat perlu namun tidak cukup bagi digital branding yang kuat.
Copyrights © 2026