Pelaksanaan proyek konstruksi dengan metode konvensional berbasis gambar dua dimensi masih berpotensi menimbulkan kesalahan interpretasi, ketidaktepatan perhitungan kuantitas, serta ketidaksesuaian antara perencanaan biaya dan kondisi pelaksanaan. Building Information Modeling (BIM) dimensi 5D dapat mengintegrasikan model tiga dimensi dengan informasi kuantitas dan estimasi biaya sehingga proses perencanaan menjadi lebih terukur dan terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil perhitungan volume dan estimasi biaya menggunakan BIM 5D serta membandingkannya dengan perhitungan konsultan pada pekerjaan struktur beton Gedung PT PLN (Persero) Samarinda Ilir, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus melalui pemodelan struktur beton bertulang menggunakan Autodesk Revit. Model disusun berdasarkan gambar Detail Engineering Design (DED), kemudian dilakukan Quantity Take-Off (QTO) untuk memperoleh volume beton dan berat tulangan. Hasil QTO selanjutnya diverifikasi melalui perhitungan ulang berdasarkan gambar DED dan dibandingkan dengan data perhitungan konsultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan BIM menghasilkan volume beton sebesar 257,06 m³ dan berat tulangan sebesar 45.419,54 kg. Nilai tersebut sama dengan hasil perhitungan ulang berdasarkan gambar DED, sehingga menunjukkan bahwa model BIM telah merepresentasikan dimensi dan spesifikasi struktur secara akurat. Dibandingkan dengan perhitungan konsultan, terdapat selisih volume beton sebesar 14,24 m³ atau 5,25% dan selisih berat tulangan sebesar 3.602,67 kg atau 7,35%. Dengan demikian, penerapan BIM 5D melalui Autodesk Revit dapat meningkatkan ketelitian perhitungan kuantitas pekerjaan struktur beton bertulang, mendukung penyusunan estimasi biaya, serta mengurangi potensi kesalahan akibat perhitungan konvensional
Copyrights © 2026