Penelitian ini bertujuan mempelajari perbedaan antara metode konvensional dan metode Building Information Modeling (BIM) 5D pada proyek struktur beton bertulang, karena perhitungan volume dan estimasi biaya pada proyek konstruksi biasanya dilakukan secara konvensional berdasarkan gambar 2D, sehingga menyebabkan human error, perhitungan ganda, dan ketidakakuratan estimasi material. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif, mirip dengan studi kasus. Untuk mengolah data sekunder, yang terdiri dari gambar DED, RAB, dan AHSP, pemodelan 3D dengan Autodesk Revit 2025. Kemudian, Quantity Take-Off (QTO) dan analisis deviasi terhadap hasil perhitungan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan volume beton konvensional adalah 453,01 m3, sedangkan volume beton Revit adalah 452,74 m3. Berat pembesian konvensional adalah 48.356,58 kg, sedangkan berat Revit adalah 50.676,71 kg. Biaya total konvensional adalah 2.038.411.336, sedangkan estimasi Revit adalah 2.080.628.630. Hasil deviasi perhitungan ulang dengan QTO revit menghasilkan deviasi 1,73% sehingga hasil Revit dinilai akurat. Hasil menunjukkan bahwa BIM 5D dengan Autodesk Revit 2025 dapat menghasilkan estimasi volume dan biaya yang lebih akurat, mengurangi kesalahan perhitungan, dan memberikan kebutuhan material yang lebih realistis untuk membantu perencanaan biaya proyek konstruksi
Copyrights © 2026