Sepak takraw berpotensi dikembangkan sebagai sarana peningkatan prestasi dan kesehatan masyarakat di Desa Puse, Kabupaten Tolitoli. Namun, pembinaannya masih konvensional dan rekreatif serta belum menerapkan ilmu keolahragaan secara sistematis dalam aspek kondisi fisik, teknik, kesehatan, nutrisi, dan pemulihan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pembinaan sepak takraw berbasis sport science untuk meningkatkan prestasi dan kesehatan remaja. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Technological Appraisal (PTA) melalui analisis situasi dan pengukuran awal, pembinaan dan pendampingan, serta evaluasi dan diseminasi. Pengukuran meliputi antropometri, daya ledak tungkai, kelincahan, VO2max, fleksibilitas, dan keterampilan teknik. Pendampingan dilakukan melalui coaching clinic, periodisasi latihan, analisis biomekanika berbasis video, modul “Takraw-Science”, serta edukasi nutrisi dan pemulihan berbasis pangan lokal. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan pre-test dan post-test serta pembentukan Puse Takraw Academy. Kegiatan diharapkan meningkatkan kualitas pembinaan, menyediakan profil fisik dan kesehatan atlet, memperkuat pemahaman nutrisi olahraga, serta membentuk klub sepak takraw desa yang aktif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026