Limbah kulit buah kakao yang mencapai sekitar 60–70% dari berat buah segar belum dimanfaatkan secara optimal oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Lantana Tanggamus sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan dan sanitasi kebun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah limbah kakao menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC) melalui penerapan teknologi ember bertingkat. Kegiatan dilaksanakan di KTH Lantana, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jumlah peserta mencapai 21 orang, lebih tinggi dari 16 orang yang diundang, dengan tingkat partisipasi sebesar 131,3%. Pengetahuan peserta mengenai pengolahan limbah kakao meningkat dari 37,1% menjadi 88,8%, atau meningkat sebesar 51,7 poin persentase. Pemanfaatan limbah kakao juga meningkat dari 0% menjadi 80% setelah penerapan teknologi. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknologi ember bertingkat untuk pengolahan limbah kakao menjadi kompos dan POC. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi ember bertingkat merupakan teknologi tepat guna yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi mitra serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan limbah dan pertanian ramah lingkungan.
Copyrights © 2026