Air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dan terpencil. Meskipun Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam potensi sumber daya air, pemerataan akses air bersih bagi masyarakat masih belum optimal. Desa Buninagara dan Desa Cibenda di Kabupaten Bandung Barat merupakan dua desa yang menghadapi keterbatasan akses air bersih serta memiliki tingkat kerentanan longsor yang cukup tinggi akibat kondisi lereng yang curam. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan pemetaan geologi teknik, survei geolistrik untuk identifikasi akuifer, analisis kerentanan longsor, serta penyusunan model pengelolaan air berbasis masyarakat dan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Cibenda memiliki sistem akuifer rekahan yang potensial, dengan zona pembawa air pada kedalaman sekitar 10–25 m yang ditandai oleh nilai resistivitas rendah hingga menengah. Sementara itu, berdasarkan peta kerawanan bencana, Desa Buninagara didominasi oleh tingkat kerawanan tinggi akibat lereng yang curam, sedangkan Desa Cibenda memiliki tingkat kerawanan sedang.
Copyrights © 2026