Pemahaman kesehatan yang baik adalah kunci untuk mendorong perilaku sehat dan meningkatkan kualitas layanan medis. Namun, metode pembelajaran konvensional sering kali gagal memberikan pengalaman yang imersif dan kontekstual. Virtual Reality (VR) hadir sebagai teknologi transformatif yang menawarkan solusi melalui simulasi tiga dimensi yang realistis, aman, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti- bukti empiris mengenai efektivitas penggunaan VR dalam meningkatkan pemahaman kesehatan melalui metode regular Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan pada base data Scopus, PubMed, ScienceDirect, DOAJ, dan Google Scholar, dengan fokus pada studi yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa VR secara signifikan lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan retensi pengetahuan dan keterampilan prosedural medis. Faktor- faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilannya meliputi tingkat imersi, realisme simulasi, umpan balik haptik, dan desain antarmuka yang berpusat pada pengguna. Selain itu, VR terbukti mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan pengguna, baik pada tenaga medis maupun pasien, serta mengurangi kecemasan. Meskipun memiliki potensi besar, implementasi VR masih menghadapi tantangan seperti biaya tinggi, risiko cybersickness, dan kurangnya konten terstandarisasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa VR adalah alat yang sangat potensial untuk merevolusi pendidikan kesehatan, namun diperlukan strategi implementasi yang matang dan pengembangan konten yang tervalidasi untuk memaksimalkan dampaknya.
Copyrights © 2025