At-Tibyan: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Vol 7 No 1 (2024): AT-TIBYAN: Journal of Qur'an and Hadis Studies

POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN (STUDI PENDEKATAN TAFSIR MAQASIDI)

Ismawati Ismawati (UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)
Moh Yusuf (UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)
Sajida Putri (UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)



Article Info

Publish Date
26 Aug 2025

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan praktik poligami yang tidak sesuai dengan tuntunan syari’at dan ketentuan yang telah dijelaskan di dalam al- Qur’an.  salah satu fenomena yang terjadi dipelopori oleh Coach Hafidin selaku mentor poligami di Banten telah melakukan poligami tanpa izin istri praktik ini menyalahi tuntunan hukum negara. Hal ini merupakan kesalahan dalam menafsirkan ayat-ayat tentang poligami secara adil. Fenomena ini mendorong peneliti untuk menganalisa makna adil dalam praktik poligami di Indonesia.  Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library Research) yaitu teks ayat-ayat Al-Qur’an, buku, jurnal, artikel, dan literature lainnya. Jenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan Tafsir Maqasidi. Tafsir Maqasidi ialah tafsir yang menjelaskan maksud-maksud dari ayat yang didefinisikan terlebih dahulu untuk mendapatkan makna yang seutuhnya. Penelitian ini menggunakan tehnik pengumpulan semua data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis isinya sesuai dengan topik utama penelitian. Hasil penelitian ini melihat dari sudut pandang Al-Qur’an terhadap ayat-ayat poligami yang bukan hanya boleh dilakukan akan tetapi dilihat dari segi adil dalam melakukan poligami. Dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an terhadap konteks poligami Peneliti mendapati dua ayat yang membahas tentang keadilan dalam berpoligami yaitu: pertama QS. An-Nisa ayat 3 ini membahas tentang adil dalam segi materi dan kedua QS. An-Nisa ayat 129 ini membahas tentang adil dalam segi immaterial.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ATB

Publisher

Subject

Description

The journal has a particular focus on Qur’anic and Hadith sciences, exegesis and commentary, as well as the intellectual traditions of interpretation throughout history. It also accommodates research on the living practices of the Qur’an and Hadith within Muslim communities, alongside ...