Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena ketidakadilan gender dalam kehidupan sehari-hari, yang direpresentasikan dalam novel Hi, Serana Adreena karya Gisela Orealine. Novel tersebut menggambarkan bagaimana perempuan kerap menghadapi marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja ganda sebagai akibat dari konstruksi sosial patriarki. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender dalam novel tersebut melalui pendekatan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui reduksi data, serta melakukan triangulasi data dengan melibatkan pihak yang memiliki keahlian di bidang kajian sastra dan teori feminisme. Data berupa narasi dan dialog yang mengandung unsur ketidakadilan gender dianalisis berdasarkan kategori bentuk ketidakadilan, kemudian dihubungkan dengan konsep Beauvoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Serana ditempatkan sebagai the Other yang terjebak dalam kondisi imanensi, namun tetap berupaya mencapai transendensi melalui perjuangannya menghadapi tekanan sosial. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian feminisme eksistensialis dalam sastra Indonesia. Secara praktis, temuan ini memiliki implikasi bagi pembelajaran bahasa Indonesia, terutama pada apresiasi sastra, yaitu membantu peserta didik memahami isu kesetaraan gender, menumbuhkan sikap kritis terhadap ketidakadilan, serta memanfaatkan karya sastra sebagai media pembentukan karakter yang menghargai martabat perempuan
Copyrights © 2025