Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi menampilkan potret penderitaan perempuan Mesir dalam sistem patriarki yang menindas melalui kisah tragis Firdaus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan trauma psikologis Firdaus, menganalisis krisis identitasnya berdasarkan teori psikososial Erik Erikson, dan mengungkap makna psikososial novel dalam konteks pendidikan dan kesadaran gender. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis isi. Data utama berupa kutipan teks yang menggambarkan trauma dan konflik identitas, kemudian dianalisis berdasarkan tahap perkembangan psikososial Erikson. Hasil menunjukkan bahwa Firdaus gagal mencapai keutuhan identitas ego akibat represi sosial dan kekerasan sistemik. Ia mengalami kegagalan dalam tahap initiative vs guilt, industry vs inferiority, identity vs role confusion, hingga intimacy vs isolation, yang menggambarkan kehilangan otonomi, rasa percaya, dan makna hidup. Penelitian ini menegaskan relevansi teori Erikson dalam membaca pengalaman perempuan tertindas serta pentingnya pendidikan yang berperspektif humanistik dan berkeadilan gender untuk membangun kesadaran diri, empati sosial, dan resistensi terhadap ketidakadilan.
Copyrights © 2025