Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahananpangan nasional. Namun, produktivitasnya di Indonesia, khususnya di lahan ultisol SulawesiTenggara, masih rendah akibat kesuburan tanah yang terbatas dan infeksi penyakit pustulbakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektivitas kombinasi pupuk hayati Biofresh plus dan dosis pupukanorganik NPK dalam menekan intensitas penyakit pustul bakteri pada beberapa varietaskedelai ditanah ultisol. Penelitian menerapkan rancangan split plot dalam RAK, yang terdiriatas 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diukur meliputikeparahan penyakit, nilai luas di bawah kurva perkembangan penyakit (AUDPC), serta tingkatefektivitas pengendalian penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Dena-1 (F4)paling tahan terhadap pustul bakteri, dengan AUDPC terendah (247,80%-hari) dan keparahanpenyakit terendah di semua tahap. Kombinasi Biofresh plus dengan atau tanpa NPK rendah(25–50%), lebih efektif menekan penyakit dibanding pupuk anorganik penuh, denganefektivitas tertinggi 32,91% (F1R2) Efektivitas pengendalian sangat bergantung padakombinasi varietas dan pupuk, di mana F4 paling efektif dengan R1, F1 dengan R2, dan F3dengan R3.
Copyrights © 2026