Abstrak Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kota Solo dengan tren peningkatan kasus dalam tiga tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat 1.259 kasus hingga pertengahan tahun 2024, naik signifikan dari 786 kasus pada 2022 dan 892 kasus pada 2023. Peningkatan ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan TBC masih menghadapi tantangan besar, terutama dengan tingginya kasus pada anak-anak dan pasien dengan komorbid HIV/AIDS. Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 serta program nasional bebas TBC 2050, dibutuhkan inovasi dalam strategi deteksi dan penanganan dini. Penelitian ini merancang sistem pembantu keputusan berbasis web untuk membantu proses identifikasi gejala TBC secara cepat dan akurat. Sistem memanfaatkan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) untuk menghitung tingkat kemungkinan gejala TBC, serta Composite Performance Index (CPI) untuk menghasilkan indeks performa yang memperkuat hasil keputusan. Integrasi kedua metode ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas diagnosis awal, mempercepat intervensi medis, dan mendukung pencapaian eliminasi TBC di Indonesia. Kata Kunci: Tuberkulosis, Sistem Pendukung Keputusan, WASPAS, CPI, Web
Copyrights © 2025