Latar BelakangObesitas di Indonesia memiliki prevalensi sebesar 31% menurut dataRiskesdas tahun 2018, Sedangkan di kota serang prevalensi obesitas sebesar 31,3%.Obesitas dapat diukur menggunakan IMT Asia Pasifik. Obesitas dapat dipengaruhioleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, aktivitas fisik dan lain-lain. Pekerjaadministratif banyak menghabiskan waktu untuk duduk di depan komputersehingga mereka memiliki risiko terjadinya obesitas. Maka dari itu penelitian inibertujuan untuk mengetahui prevalensi obesitas dan hubungan durasi duduk denganobesitas.MetodePenelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Responden yangditeliti adalah pegawai administratif Universitas Sultan Ageng Tirtyasa. Sampeldiambil dengan cara stratified random sampling sebanyak 90 responden yangdibagi menjadi 9 fakultas dan diambil 10 pegawai per fakultas. Pengambilan datadilakukan menggunakan timbangan digital, microtoise, lembar kuesioner, danlembar informed consentHasilPrevalensi obesitas pada pegawai administratif untirta sebesar 57,8% denganmayoritas responden duduk selama > 4 jam (84,4%). Hubungan durasi dudukdengan obesitas menunjukkan hasil OR 1,4 (IK 95% 0,4 - 4,5) dannilai p sebesar 0,5.KesimpulanPrevalensi obesitas pada pegawai administratif untirta sebesar 57,8% dantidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi duduk danobesitas pada pegawai administratif Untirta.Kata Kunci: Obesitas, Durasi Duduk, Pegawai Administratif.
Copyrights © 2024