Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sensor kelembaban tanah dalam optimasi pemupukan pada jagung (Zea mays L.) di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Penelitian menggunakan desain eksperimental Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan: pemupukan konvensional, pemupukan berbasis sensor, dan pemupukan sensor terintegrasi dengan irigasi otomatis. Parameter yang diukur meliputi kelembaban tanah, efisiensi pupuk, pertumbuhan vegetatif, serta produktivitas panen. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan sensor meningkatkan efisiensi pupuk hingga 85–90%, tinggi tanaman, jumlah daun, serta produktivitas panen dibandingkan perlakuan konvensional. Integrasi sensor dengan irigasi menghasilkan pertumbuhan dan hasil panen terbaik. Temuan ini menegaskan bahwa sensor kelembaban tanah dapat meningkatkan efisiensi input, mendukung pertumbuhan optimal, dan meningkatkan produktivitas jagung secara berkelanjutan. Implementasi teknologi ini potensial untuk pertanian presisi di lahan jagung Jawa Timur.
Copyrights © 2025