Kemiskinan tetap menjadi masalah sosial-ekonomi utama di Indonesia, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat. Estimasi jumlah dan distribusi penduduk miskin yang akurat menjadi dasar penting dalam perencanaan kebijakan pengentasan kemiskinan. Penelitian ini mengembangkan model Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk memprediksi populasi miskin dengan memanfaatkan data ekonomi, sosial, dan demografis dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan survei rumah tangga nasional. Model JST diuji menggunakan data 70% untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian. Hasil menunjukkan JST mampu menjelaskan 87% variasi data kemiskinan (R² = 0,87) dengan MSE dan RMSE rendah, serta mampu menangkap pola non-linear antarvariabel. Analisis sensitivitas mengidentifikasi pendapatan per kapita, pendidikan kepala rumah tangga, akses kesehatan, dan jumlah anggota keluarga sebagai faktor utama. Model ini dapat menjadi alat efektif untuk perencanaan kebijakan berbasis data dan alokasi bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2025