Model peternakan ramah lingkungan menjadi salah satu pendekatan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi isu degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan meningkatnya kebutuhan pangan asal hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model peternakan yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta observasi lapangan pada usaha peternakan skala rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan praktik peternakan ramah lingkungan, seperti pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas dan pupuk organik, penggunaan pakan berbasis sumber daya lokal, efisiensi penggunaan air dan energi, serta penerapan sistem integrasi tanaman-ternak, mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, model ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi peternak melalui diversifikasi produk dan peningkatan efisiensi biaya produksi, serta memperkuat aspek sosial melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ketahanan pangan. Dengan demikian, model peternakan ramah lingkungan terbukti menjadi solusi yang efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan layak untuk diimplementasikan secara luas dengan dukungan kebijakan pemerintah serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026