Strategi manajemen pemeliharaan ayam broiler memegang peranan penting dalam meningkatkan efisiensi produksi serta keberlanjutan usaha peternakan unggas. Efisiensi produksi tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga oleh penerapan manajemen yang terpadu meliputi nutrisi, lingkungan kandang, kesehatan ternak, biosekuriti, serta pengelolaan kepadatan populasi. Pemberian pakan yang seimbang dengan formulasi nutrisi yang tepat terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan, konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), dan kualitas karkas, sekaligus menekan biaya produksi (Choi et al., 2023; Ahiwe et al., 2018). Selain itu, pengelolaan lingkungan kandang seperti ventilasi, suhu, kelembapan, dan sistem closed house berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan dan kesejahteraan ayam, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan performa produksi (Van Limbergen et al., 2020; Honig et al., 2024). Aspek kesehatan juga menjadi faktor krusial, di mana penerapan program vaksinasi, biosekuriti yang ketat, serta manajemen litter yang baik mampu menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas sehingga meningkatkan produktivitas (Sargeant et al., 2019; Zhou et al., 2020). Integrasi teknologi modern seperti sistem monitoring otomatis dan manajemen berbasis data turut mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam operasional peternakan (George & George, 2023; Freitas & Barbosa, 2025). Dengan demikian, penerapan strategi manajemen pemeliharaan yang komprehensif dan berkelanjutan dapat mengoptimalkan kinerja produksi ayam broiler, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta memperkuat daya saing industri perunggasan.
Copyrights © 2026