Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan masalah utama berupa hiperglikemia postprandial yang meningkatkan berbagai risiko komplikasi. Rendahnya pengetahuan pasien dalam pengelolaan pola makan menjadi salah satu hambatan dalam pengendalian glukosa darah, sehingga edukasi urutan makan (serat–protein–karbohidrat) dipandang sebagai strategi nonfarmakologis yang potensial untuk meningkatkan pengetahuan dan mengendalikan glukosa postprandial. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi urutan makan (serat–protein–karbohidrat) terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan kadar glukosa darah postprandial pada pasien Diabetes tipe 2. penelitian ini kuantitatif menggunakan desain quasi-eksperimen one-group pretest–posttest dengan 30 responden sesuai kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan urutan makan dan glucometer. Analisis data meliputi univariat, uji normalitas, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien sebelum intervensi berada pada kategori sedang hingga rendah, sedangkan setelah diberikan edukasi urutan makan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan, dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik (p < 0,05). Rata-rata kadar glukosa darah postprandial sebelum intervensi berada di atas batas normal, dan setelah intervensi mengalami penurunan, namun hasil pengukuran masih belum mencapai target glukosa postprandial normal (<180mg/dL). Kesimpulan Edukasi urutan makan (serat–proteinkarbohidrat) secara signifikan meningkatkan pengetahuan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan menurunkan kadar glukosa darah postprandial, meskipun belum sepenuhnya mencapai rentang normal. Intervensi sederhana ini dapat menjadi strategi non-farmakologis efektif dalam pengendalian glukosa postprandial.
Copyrights © 2026