cover
Contact Name
Ely John Karimela
Contact Email
karimelaelyjohn@gmail.com
Phone
+6285256285546
Journal Mail Official
karimelaelyjohn@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kesehatan No 1. Kel. Sawang Bendar. Kecamatan Tahuna
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sesebanua
ISSN : 25977105     EISSN : 26552868     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Ilmiah Sesebanua is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on nursing, public health as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. This journal is managed to be issued once in every volume. The Scope of this journal are: Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing Public Health: including Epidemiology, Health Environment, Occupation and Health Safety, Biostatistick and Population, Health Promotion, Reproductive Health, Nutrision and Public Health, Maternal and Child Health, Administration and Health Policy, Health Management.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN BERKORELASI DENGAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BALITA STUNTING DI KOTA TASIKMALAYAKOTA TASIKMALAYA Sri Maywati; Lilik Hidayanti; Dian Saraswati
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a national health issue affecting infants and toddlers that requires significant attention in its management. Essentially, stunting is a condition of chronic malnutrition that is a form of growth faltering since the 1000 HPK period.  One of the efforts to address stunting is to provide adequate nutrition to support   growth and   development, which can be measured by the increase in weight and height of toddlers. The objective of this study was to analyse the difference in the weight of toddlers before and after the provision of supplementary recovery food (PMT-P). The research design used a pre-test and post-test with a control group. The sample consisted of 52 stunted toddlers who received supplementary recovery food (PMT-P) and a control group of 52 stunted toddlers who did not receive PMT recovery but received education on stunting management in the Tasikmalaya City health centre area. PMT recovery was given for 3 months and weight data was measured monthly. The data were analysed using a paired sample test at a significance level of alpha 0.05. The results showed a significant difference in weight before and after the PMT recovery intervention (p <0.05) and a significant difference (P<0.05) in weight between the group of stunted toddlers who received the intervention and the group who did not receive the intervention. It is recommended that families of stunted toddlers improve their toddlers' food intake with protein-rich foods to improve their growth.
Maret PENGARUH EDUKASI URUTAN MAKAN (SERAT–PROTEIN–KARBOHIDRAT) TERHADAP PENGETAHUAN DAN GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUTUYAN Azmi maftuhatil khoiriyah; Mulyadi Mulyadi; Gratsia Victoria Fernandez
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan masalah utama berupa hiperglikemia postprandial yang meningkatkan berbagai risiko komplikasi. Rendahnya pengetahuan pasien dalam pengelolaan pola makan menjadi salah satu hambatan dalam pengendalian glukosa darah, sehingga edukasi urutan makan (serat–protein–karbohidrat) dipandang sebagai strategi nonfarmakologis yang potensial untuk meningkatkan pengetahuan dan mengendalikan glukosa postprandial. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi urutan makan (serat–protein–karbohidrat) terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan kadar glukosa darah postprandial pada pasien Diabetes tipe 2. penelitian ini kuantitatif menggunakan desain quasi-eksperimen one-group pretest–posttest dengan 30 responden sesuai kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan urutan makan dan glucometer. Analisis data meliputi univariat, uji normalitas, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien sebelum intervensi berada pada kategori sedang hingga rendah, sedangkan setelah diberikan edukasi urutan makan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan, dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik (p < 0,05). Rata-rata kadar glukosa darah postprandial sebelum intervensi berada di atas batas normal, dan setelah intervensi mengalami penurunan, namun hasil pengukuran masih belum mencapai target glukosa postprandial normal (<180mg/dL). Kesimpulan Edukasi urutan makan (serat–proteinkarbohidrat) secara signifikan meningkatkan pengetahuan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan menurunkan kadar glukosa darah postprandial, meskipun belum sepenuhnya mencapai rentang normal. Intervensi sederhana ini dapat menjadi strategi non-farmakologis efektif dalam pengendalian glukosa postprandial. 
Maret HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP PENERAPAN EMPAT PILAR PADA PENANGANAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN Selzi Dhea Astikayuni; Dini Rudini; Putri Irwanti Sari; Nurhusna; Andi Subandi
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

melitus merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui penerapan empat pilar penatalaksanaan, yaitu edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, dan terapi farmakologis. Keberhasilan penerapan empat pilar tidak hanya dipengaruhi oleh aspek klinis, tetapi juga oleh persepsi pasien terhadap penyakit dan pengelolaannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan persepsi pasien terhadap penerapan empat pilar pada penanganan diabetes melitus di Puskesmas Simpang IV Sipin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 250 pasien dengan sampel 78 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi baik (51,3%) dan penerapan empat pilar kategori baik (70,5%). Terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi pasien terhadap penerapan empat pilar (r = 0,607; p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi pasien terhadap penerapan empat pilar penanganan diabetes melitus. Peningkatan edukasi berbasis persepsi pasien oleh tenaga kesehatan menjadi hal yang penting untuk mendukung pengelolaan diabetes yang optimal.  
Evaluasi Pengelolaan Obat Emergensi Pada Troli Emergensi IGD dan Ruang Rawat Inap Sakura Di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar Wiwit Zuriati Uno; Awaliyah Hemuto; Muhammad Taupik; Faramita Hiola; Mohamad Aprianto Paneo; Dewi Yunus
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan obat emergensi pada troli emergensi merupakan upaya penting untuk menjamin ketersediaan obat dalam kondisi kegawatdaruratan guna mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesesuaian pengelolaan obat emergensi pada troli emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Rawat Inap Sakura Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar berdasarkan SOP yang berlaku serta mengidentifikasi aspek yang belum sesuai standar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain retrospektif. Data berupa data sekunder yang diperoleh dari formulir checklist monitoring penyediaan obat emergensi periode Januari–November 2025 dengan pengambilan data pada tanggal 28 januari 2026 menggunakan teknik total sampling. Indikator yang dinilai meliputi kondisi troli emergensi, penyimpanan obat, kesesuaian jenis dan jumlah obat, masa kedaluwarsa, serta pelabelan obat high alert. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian pengelolaan obat emergensi di IGD sebesar 94,5% dan di Ruang Rawat Inap Sakura sebesar 96,3%, sehingga sebagian besar telah sesuai dengan standar yang berlaku. Ketidaksesuaian di IGD ditemukan pada indikator troli emergensi selalu terkunci, penyimpanan obat tidak tercampur dengan obat lain, serta kesesuaian jenis dan jumlah obat. Di Ruang Rawat Inap Sakura, ketidaksesuaian ditemukan pada indikator troli emergensi selalu terkunci dan masa kedaluwarsa obat kurang dari satu bulan. Disimpulkan bahwa pengelolaan obat emergensi telah berjalan baik, namun masih diperlukan peningkatan pengawasan agar seluruh indikator memenuhi standar yang berlaku.
Hubungan Pendidikan, Kondisi Ekonomi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Primer pada Peserta JKN di Puskesmas Makarti Mulya Tahun 2026 Maya Alvionita; Gema Asiani; Muhammad Prima Cakra Randana; Dian Eka Anggreny
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan primer adalah layanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat secara komprehensif, dilakukan salah satunya oleh Puskesmas dalam sistem JKN. Pemanfaatan pelayanan kesehatan dipengaruhi berbagai faktor dan dinilai melalui indikator angka kontak pada peserta JKN. Target angka kontak yang ditetapkan oleh BPJS adalah 150 per 1.000 peserta. Di Puskesmas Makarti Mulya hanya 81 per 1.000 peserta. Penelitian ini bertujuan menganilisis pemanfaatan pelayanan kesehatan primer pada peserta JKN di Puskesmas Makarti Mulya tahun 2026. Metode penelitian menggunaakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel 390 responden melalui teknik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner.Analisis univariat mayoritas responden berusia ≤36, pendidikan rendah, kondisi ekonomi tinggi, dan kualitas pelayanan tinggi. Variabel yang berhubungan adalah pendidikan, kondisi ekonomi, dan kualitas pelayanan dengan nilai p<0,05. Faktor pemanfaatan JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Makarti Mulya berhubungan dengan berbagai faktor sehingga diperlukan pendekatan multidimensi.   
HUBUNGAN  PEKERJAAN, PENGETAHUAN, DAN AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER PADA PESERTA JKN DI PUSKESMAS MAKARTI MULYA KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR TAHUN 2026 Maya Alvionita; Muhammad Prima Cakra Randana; Gema Asiani; Dian Eka Anggreny
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan primer adalah layanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat secara komprehensif, dilakukan salah satunya oleh Puskesmas dalam sistem JKN. Pemanfaatan pelayanan kesehatan dipengaruhi berbagai faktor dan dinilai melalui indikator angka kontak pada peserta JKN. Target angka kontak yang ditetapkan oleh BPJS adalah 150 per 1.000 peserta. Di Puskesmas Makarti Mulya hanya 81 per 1.000 peserta. Tujuan penelitian ini untuk menganilisis pemanfaatan pelayanan kesehatan primer pada peserta JKN di Puskesmas Makarti Mulya tahun 2026. Metode penelitian dengan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel 390 responden melalui teknik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis univariat mayoritas responden, tidak bekerja, pengetahuan tinggi, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang mudah. Variabel yang berhubungan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan primer adalah pekerjaan, pengetahuan, aksesibilitas kualitas pelayanan, dengan nilai p<0,05. Faktor pemanfaatan JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Makarti Mulya berhubungan dengan berbagai faktor sehingga diperlukan pendekatan multidimensi
Maret  DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE : FAMILY SUPPORT AS AN EFFORTS TO PREVENT STUNTING IN TODDLERS IN KENDAHE DISTRICT SANGIHE ISLANDS REGENCY Nansy Delia Pangandaheng; Conny Surudani; Yenny Makahaghi
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai kondisi ketidakmampuan tumbuh pada anak karena kurangnya gizi  dalam periode yang lama, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Keluarga berfungsi penting dalam mengatasi stunting dengan memberikan dukungan sosial kepada para ibu. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana bentuk dukungan keluarga dalam upaya pencegahan stunting di Kecamatan Kendahe. Metode penelitian deskriptif menggunakan sampel sebanyak 80 individu yang diambil melalui teknik sampling accidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga yang sudah pernah digunakan, dan dianalisis menggunakan SPSS yang disajikan dalam format distribusi frekuensi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dukungan keluarga masuk dalam kategori baik, yaitu sebanyak 52 individu (65%), dan sumber dukungan terbanyak berasal dari suami dengan total 47 orang (58,8%). Berdasarkan penelitian, disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran signifikan dalam mencegah stunting pada anak balita di Kecamatan Kendahe dan mayoritas tergolong dalam kategori baik

Page 1 of 1 | Total Record : 7