Journal of Energy and Mechanical Engineering
Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Energy and Mechanical Engineering (Juni)

DARI LIMBAH HETEROGEN MENUJU BIOREFINERY TERINTEGRASI: KONVERGENSI JALUR TERMOKIMIA–BIOLOGIS, PRODUK BERNILAI TAMBAH, DAN KELAYAKAN BERKELANJUTAN

Hariadi Hariadi (a:1:{s:5:"en_US"
s:20:"Politeknik Gorontalo"
})

Romi Djafar (Universitas Negeri Gorontalo)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2026

Abstract

Transisi dari pengelolaan limbah menuju biorefinery menuntut kerangka yang mampu menghubungkan keragaman bahan baku, pilihan teknologi, mutu produk, dan kelayakan sistem. Tinjauan ini mensintesis 51 publikasi tahun 2022–2026 mengenai biomassa lignoselulosa, alga, lumpur, residu perikanan, limbah pangan, dan campuran biomassa–plastik. Analisis difokuskan pada pencernaan anaerobik dan fermentasi, pirolisis, torrefaksi, gasifikasi, pencairan hidrotermal, koproses, produksi hidrogen, biochar, serta pemulihan produk bernilai tambah. Sintesis menunjukkan bahwa tidak ada jalur konversi tunggal yang unggul untuk semua bahan baku. Kadar air tinggi mendukung proses hidrotermal dan biologis, sedangkan biomassa kering lebih sesuai untuk pirolisis, gasifikasi, dan densifikasi. Pretreatment, katalisis, gelombang mikro, ko-konversi, serta penggabungan aliran produk dapat memperbaiki hasil dan mutu, tetapi manfaat tersebut sering dibayar dengan kebutuhan energi, bahan kimia, hidrogen, atau pemurnian yang lebih besar. Bukti terbaru menggeser ukuran keberhasilan dari rendemen bahan bakar semata menuju portofolio produk, sirkularitas nutrien, penurunan toksisitas, efisiensi eksergi, jejak karbon, dan ketahanan ekonomi. Sistem paling menjanjikan menggunakan desain bertingkat: fraksinasi atau ekstraksi produk bernilai tinggi di bagian hulu, konversi energi pada residu, pemanfaatan char atau digestate, dan daur ulang panas, air, serta nutrien. Tinjauan ini mengusulkan matriks keputusan berbasis karakter bahan baku dan hierarki nilai untuk menyelaraskan pemilihan teknologi dengan indikator teknis, ekonomi, lingkungan, dan kesiapan skala. Agenda riset prioritas meliputi standarisasi data, uji jangka panjang, analisis ketidakpastian, integrasi penilaian daur hidup–tekno ekonomi, dan demonstrasi sistem modular pada konteks regional. Kerangka tersebut membantu peneliti dan pengembang menghindari optimasi parsial, membandingkan opsi secara transparan, serta memilih konfigurasi yang sesuai dengan sumber daya dan pasar setempat secara lebih konsisten.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jeme

Publisher

Subject

Description

Menerima artikel hasil penelitian dan review. Jurnal ini menjadi wadah untuk menuangkan gagasan baru serta sarana presentasi di bidang sains yang mendukung pemahaman lebih baik mengenai permasalahan dan isu-isu dalam sains dan teknologi terapan, khususnya terkait: energi baru dan terbarukan (emisi ...