Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS PERFORMA KOMPOR GASIFIKASI BIOMASSA TIPE FORCED DRAFT MENGGUNAKAN VARIASI JUMLAH BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG Romi Djafar; Yunita Djamalu; Siradjuddin Haluti; Sjahril Botutihe
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 2 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.948 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i2.120

Abstract

Ketersediaan energi semakin sedikit mendorong peningkatan harga bahan bakar minyak yang pada akhirnya menyusahkan masyarakat terutama kelompok ekonomi lemah. Guna mengatasi masalah harga minyak dan gas yang semakin mahal dan cadangannya yang terbatas maka diperlukan usaha yang terprogram dan terarah untuk mencari energi alternatif. Salah satu upaya yaitu penggunaan biomassa digunakan pada sektor rumah tangga misalnya untuk keperluan memasak. Namun masyarakat umumnya menggunakan biomassa dengan cara dibakar secara langsung. Sehingga metode pembakaran yang dihasilkan kurang efesien dan tidak ramah lingkungan. Maka dari itu, sejak dahulu kompor gasifikasi biomassa telah dibuat dan tingkat pengembangannya sampai dengan sekarang ini. Berbagai desain dan model telah banyak dikembangkan untuk mengkonversi biomassa sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. Namun rancangan kompor gasifikasi yang sudah ada tersebut masih memiliki berbagai kendala antara lain proses gasifikasi yang belum optimal dan kualitas pembakaran yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah fabrikasi kompor gasifikasi biomassa tipe forced draft menggunakan blower sebagai udara primer untuk skala laboratorium. Gasifikasi biomassa menarik untuk dikembangkan mengingat Propinsi Gorontalo telah menetapkan pertanian sebagai program unggulan yang berbasis jagung. Saat ini limbah hasil pertanian berupa tongkol jagung yang melimpah tersebut tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar secara langsung oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal dipemukiman pelosok desa bahkan daerah terisolir sehingga dipastikan bahwa jangkauan suplai energi listik dari PLN tidak terdapat pada daerah tersebut. Oleh karena itu, Teknologi kompor gasifikasi yang dapat mengkonversi biomassa menjadi energi panas yang hemat energi dan ramah lingkungan sebagai solusi yang tepat untuk diperkenalkan kepada pemerintah daerah maupun komunitas masyarakat yang ada. Tujuan Penelitian ini adalah rancang bangun dan fabrikasi kompor biomassa dengan bahan baku tongkol jagung. Hasil fabrikasi telah diuji kinerjanya dengan variasi ukuran jumlah bahan bakar yaitu 1; 2 dan 3 kg masing-masing dengan ukuran bahan bakar 1 cm. Metode yang digunakan adalah water boiling test (WBT) terhadap 3 liter air. Berdasarkan pengujian didapatkan hasil berupa start-up tercepat terjadi pada menit ke 4 dan waktu terlama pada menit ke 8, komsumsi bahan bakar yang dihasilkan berturut-turut 2.65 kg/h; 1.92 kg/h dan 2.6 kg/h. Power input berturut-turut 8.2 kWh; 5.9 kwh dan 9.3 kwh. Power output yang didapatkan adalah terendah sebesar 1.36 kWh dan tertinggi sebesar 2.1 kWh. Total operating time dari kompor masing-masing sebesar 56; 78 dan 85 menit. Sedangkan efesiensi termal kompor gasifikasi dihasilkan sebesar 23.6%.
PENGARUH JUMLAH ALIRAN UDARA TERHADAP NYALA API EFEKTIF DARI REAKTOR GASIFIKASI BIOMASSA TIPE FIXED BED DOWNDRAFT MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG. Romi Djafar; Farid Darise
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.106 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.211

Abstract

Teknologi reaktor gasifikasi biomassa telah ada sejak abad lampau, namun proses pengembangannya terus dilakukan sampai dengan saat ini. Pengembangan terhadap gasifikasi tersebut mulai dari desain reaktor, sistem cleaning syn-gas beserta cara penentuan parameter operasi untuk mendapatkan performa reaktor gasifikasi yang lebih baik. Salah satu parameter penting dalam proses gasifikasi adalah perbandingan udara aktual terhadap jumlah bahan bakar disebut udara Air Fuel Rasio (AFR). Dalam proses gasifikasi jika AFR yang tidak sesuai akan menimbulkan berbagai persoalan. Misalnya saat AFR terlalu besar maka semakin memperkaya komposisi CO2 dan H2O karena pembakaran semakin mendekati pembakaran sempurna. Sedangkan apabila AFR terlalu kecil maka produk arang yang dihasilkan makin meningkat, jumlah produksi gas yang menjadi sedikit dan panas kalor dihasilkan juga makin rendah, hal ini dipengaruhi oleh jumlah udara yang disuplai yang minimum. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian bagaimana pengaruh suplai udara terhadap proses gasifikasi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui nyala api terbaik, nyala api efektif dari proses gasifikasi, jumlah komsumsi bahan bakar dan distribusi suhu sepanjang reaktor selama proses pengujian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor gasifikasi biomassa tipe downdraft sistem batch dari bahan bakar tongkol jagung yang memiliki nilai kadar air sebesar 12%. Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan tiga perbedaan variasi kecepatan udara masing-masing 15m/s; 10m/s dam 5m/s melalui pengaturan bukaan katup yang terpasang pada pipa nozzle menggunakan alat ukur anomometer digital udara reaktor gasifikasi. Hasil Penelitian menunjukkan hasil analisis berupa Air Fuel Rasio (AFR) aktual berturut-turut 1,6; 1,8 dan 1,1. Dengan Equivalen Rasio (ER) dari setiap pengujian adalah 0,22; 0,25 dan 0,15. Selanjutnya nyala api terbaik diperoleh pada AFR 1.8 dengan Equivalen Rasio 0,25 yang indikasikan dengan nyala api yang kebiruan. Sedangkan total lama operasi proses gasifikasi mulai terjadi nyala api sampai dengan nyala api tersebut padam didapatkan pada pengujian ketiga yaitu 361 menit untuk bakan bakar 5 kg.
UJI KINERJA MESIN DIESEL GENERATOR MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MODE SISTEM DUAL FUEL SOLAR DAN SYNGAS HASIL GASIFIKASI DARI TONGKOL JAGUNG Romi Djafar; Agus Susanto Ginting
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 7 No 2 (2019): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.534 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v7i2.388

Abstract

Saat ini ketersediaan bakar fosil semakin langka serta harganya semakin meningkat sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif yang sifatnya dapat diperbaharui. Sumber energi alternatif seperti biomasa dapat dikonversi menjadi syngas melalui proses gasifikasi untuk bebrbagai keperluan misal Internal combustion engine (ICE). Pada penelitian ini dilakukan aplikasi syngas reaktor downdraft dari bahan bakar tongkol jagung untuk mesin diesel generator set. Tujuan penelitian adalah mengetahui performa reaktor gasifikasi, performa mesin diesel, dan mengetahui jumlah bahan bakar solar yang tergantikan dengan adanya penambahan syngas. Untuk mendapatkan hasil penelitian maka produser gas dilewatkan melalui saluran inlet gas analizer yang beroperasi secara real time kemudian keluar menuju intake manifold mesin diesel. Adapun variasi pembebanan yang dilakukan adalah 200-2000 Watt pada interval 200 Watt dengan kecepatan konstan mesin diesel sebesar 1500 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen syngas yang dihasilkan masing-masing kosentrasi adalah O2 (10,2-26,7%), H2 (7,9-13,6%), CH4 (6,6-19,5%), CO (9,2-16,5%), CO2 (6,3-14,5%).dan N2 (59.8-43.3%). Efisiensi gas dingin gasifikasi diperoleh sebesar 35.5% dengan komsumsi bahan bakar sebesar 1.22 kg/jam.kW. Sedangkan jumlah bahan bakar solar yang tergantikan dengan adanya penambahan syngas yaitu sebesar 47.4%. Secara menyeluruh efisiensi total sistem diperoleh sebesar 10.8%. Kata Kunci: Reaktor, Dual Fuel, Syngas. Efisiensi
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN MESIN PEMECAH BUAH KAKAO DI DESA BUBAA, KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI Romi Djafar; Siradjuddin Haluti; Yunita Djamalu; Sjahril Botutihe
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.349

Abstract

Masyarakat desa bubaa masih menggunakan cara-cara tradisional padahal teknik pengolahan buah kakao harus diperhatikan karena sangat menentukan mutu akhir produk kakao, hal itu berkaitan dengan proses pembentukan cita rasa khas kakao dan pengurangan cita rasa kakao yang tidak dikehendaki seperti rasa pahit dan sepet. Melalui teknologi pengolahan buah kakao masyarakat dapat memperoleh buah kakao yang lebih berkualitas dengan proses pengolahan yang lebih mudah dan relatif cepat yakni dengan mesin pemecah buah kakao. Luaran dan target capaian yang diharapkan adalah adanya draft buku ajar, menjadi rekomendasi untuk menggunakan dan memanfaatkan alat TTG Pemecah buah kakao dan diharapkan terjadi peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Bubaa. Adapun metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan guna memberikan informasi kepada masyarakat tentang alat dan bahan, cara kerja alat dan fungsi dari setiap komponen alat kemudian dilakukan pelatihan sekaligus demonstrasi alat dengan menggunakan 3 karung buah kakao dan melihat kinerja serta proses kerja alat pemecah buah kakao.
PEMANFAATAN PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) SEBAGAI ALTERNATIF PENGERING OLAHAN IKAN Yunita Djamalu; Evi Sunarti Antu; Romi Djafar; Burhan Liputo; Sjahril Botutihe
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.383 KB) | DOI: 10.56190/jat.v1i1.2

Abstract

Kelurahan Tanjung Kramat adalah salah satu Kelurahan yang berada di wilayah hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kelurahan ini memiliki lahan yang dikelilingi oleh laut sehingga sebagian besar masyarakat kelurahan Tanjung Kramat berprofesi sebagai nelayan dan penjual ikan. Untuk mengoptimalkan potensi kelompok masyarakat kelurahan tanjung kramat, tim pengabdinberinisiatif untuk mendesiminasikan alat pengering untuk pengolahan ikan dari hasil penelitian Dosen dan Mahasiswa. Alat pengering ini dapat difungsikan selain untuk pasca panen dibidang pertanian juga untuk pasca panen dibidang perikanan yang dalam hal ini pada kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengolahan ikan kering yaitu ikan asin atau yang biasa disebut ikan garam oleh masyarakat gorontalo dan juga untuk pengeringan kerupuk ikan. Alat pengering yang didesiminasikan adalah alat pengering Efek Rumah Kaca (ERK) dengan dua sistem kerja yang berbeda yakni pengering alami dan pengeringan secara paksa. Alat pengering efek rumah kaca berbentuk prisma segi empat dengan tambahan exhaust adalah alat pengeringan dengan sistem kerja pengeringan paksa dan alat pengering efek rumah kaca dengan variasi bukaan cerobong penghawaan dengan sistem yang alami, menggunakan variasi ini agar mempercepat laju pengeringan dan menghilangkan kondensasi didalam ruang pengering. Dalam proses pengabdian pada kelompok masyarakat ini tim pengabdi mengemas kegiatan dari ceramah presentasi pengenalan alat, tanya jawab, praktek cara pembuatan alat, cara penggunaan alat dan cara pemeliharaan alat. Dari hasil kegiatan tersebut disepakati bahwa untuk kegiatan selanjutnya lebih difokuskan pada pembuatan produk olahan ikan pengemasan, dan pemasaran.
RANCANG BANGUN MESIN PANEN JAGUNG MULTI PROSES PENGUPAS, PEMIPIL DAN PENCACAH Yunita Djamalu; Zulzain Ilahude; Burhan Liputo; Evi Sunarti Antu; Romi Djafar
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (MEI)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.419 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v2i2.35

Abstract

Di Provinsi Gorontalo, komoditas tanaman pangan merupakan komoditas yang dominan dan dikembangkan secara intensif terutama tanaman jenis jagung.  Provinsi Gorontalo merupakan penghasil jagung karena rerata Masyarakat Gorontalo selain petani padi juga sebagai petani jagung. Riset ini masih menggunakan metode simulasi visual untuk membantu pengamatan bagaimana karakteristik dan efektivitas gerak komponen sebelum melakukan proses pengerjaan dan fabrikasi mesin. Selain simulasi visual, juga dilakukan metode uji analisis berdasarkan data-data penelitian sebelumnya sehingga komparasi data analisis pada penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk konsep redesain sistem mekanik mesin yang sesuai dengan prinsip dan  fungsinya. Mesin multi proses adalah sebuah mesin yang memiliki tiga fungsi sekaligus yakni pengupas, pemipil dan pencacah dengan menerapkan prinsip kerja mekanik solid work pada aspek proses transfer dan proses pengolahan. Secara umum hasil uji fungsi utama sistem mesin telah memberikan gambaran yang cukup baik jika dipandang pada aspek karakteristik kerja, akan tetapi pada aspek hasil olahan mesin masih belum optimal. Sebab itu perlu dilakukan riset lanjut untuk redesain konsep sistem mekanik mesin multi proses yang ada. Riset ini masih menggunakan metode simulasi visual untuk membantu pengamatan bagaimana karakteristik dan efektivitas gerak komponen sebelum melakukan proses pengerjaan dan fabrikasi mesin. Selain simulasi visual, juga dilakukan metode uji analisis berdasarkan data-data penelitian sebelumnya sehingga komparasi data analisis pada penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk konsep perancangan sistem mekanik mesin yang sesuai dengan prinsip dan  fungsinya
SIMULASI SISTEM PLTU ANGGREK 2 X 25 MW MENGGUNAKAN SOFTWARE CYCLE TEMPO DENGAN VARIASI BEBAN TURBIN25%, 50%, 75% DAN 100% Harlan Djabal; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i1.8

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Unit Anggrek Merupakan PLTU yang mulai dibangun sejak tahun 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan kapasitas 2 X 25 MW. Sejak di resmikan PLTU Anggrek Adalah salah satu pembangkit yang mendistribusikan kebutuhan listrik di provinsi Gorontalo, Sehingga saat ini sudah jarang terjagi pemadaman listrik. Di PLTU Anggrek menunjukan bahwa belum pernah dilakukan evaluasi performa sistem PLTU sesuai data heat balance and mass diagram. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan simulasi sistem PLTU anggrek menggunakan simulasi Cycle Tempo dan mengetahui performa sistem PLTU tersebut dengan memvariasikan beban Turbin. Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan pemodelan menggunakan simulasi cycle tempo 5.1 dengan parameter input berdasarkan data heat balance. Berdasarkan penelitian dipeoleh hasil efisiensi gross: 10,5%, dan nett : 10,01.% pada beban Turbin 25%. Sedangkan pada pembebanan turbin 50% diperoleh masing-masing Efesiensi gross: 21,02%, dan nett sebesar 20,03%. Selanjutnya pembebanan 75% didapatkan berturut-turut efieinsi Gross 31,5%, net: 30,1%. Dan pembebanan maksimal sebesar 100% mendapatkan gross: 42,053,net: 40,249%.
ANALISIS PERFORMA SISTEM PLTU ANGGREK KAPASITAS 2X25 MW MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BATUBARA DENGAN BEBAN TURBIN 100% Zulkifli Ismail; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i1.13

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap(PLTU) Unit Anggrek Merupakan PLTU yang mulai dibangun sejak tahun 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan kapasitas 2 X 25 MW. Sejak di resmikan PLTU Anggrek Adalah salah satu pembangkit yang mendistribusikan kebutuhan listrik di provinsi Gorontalo, Sehingga saat ini sudah jarang terjagi pemadaman listrik. Di PLTU Anggrek menunjukan bahwa belum pernah dilakukan evaluasi performa sistem PLTU sesuai data heat balance and mass diagram. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan simulasi sistem PLTU anggrek menggunakan simulasi Cycle Tempo dan mengetahui performa sistem PLTU tersebut dengan memvariasikan beban Turbin.Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan pemodelan menggunakan simulasi cycle tempo 5.1 dengan parameter input berdasarkan data heat balance. Berdasarkan penelitian dipeoleh hasil efisiensi gross: 10,5%, dan nett : 10,01.% pada beban Turbin 25%. Sedangkan pada pembebanan turbin 50% diperoleh masing-masing Efesiensi gross: 21,02%, dan nett sebesar 20,03%. Selanjutnya pembebanan 75% didapatkan berturut-turut efieinsi Gross 31,5%, net: 30,1%. Dan pembebanan maksimal sebesar 100% mendapatkan gross: 42,053,net: 40,249%.
ANALISIS POTENSI DAYA HIDRO AIR TERJUN TALUDA’A Sahlan Buako; Burhan Liputo; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Satria Wati Pade
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i2.20

Abstract

Mini Hydro Power Plant (PLTM) is a small-scale power plant using hydropower that utilizes the height of the waterfall (head) and the amount of water discharge. Because using water as the primary source, the power produced is irregular due to weather factors, it is necessary to conduct an Analysis to determine the potential energy that Taluda''a waterfall is at peak load. The research was conducted at Taluda'a waterfall, Bone District, Bone Bolango Regency, 65 km from downtown Gorontalo. The type of research used includes descriptive analysis; data sources are data obtained from several existing literature and research results, both experimental research results and survey research or directly in the field related to this research. The development of the analysis of the discharge on the Carrier channel (Headrace) is 8.83 m³ / s, and the water discharge on the rapid pipe (Penstok) is 5.1 m³ / s With a shot of 5.1 m³ / s and a head of 20 meters can generate hydro power of 999.6 kW. The actual charge dramatically affects the amount of energy generated. The Taluda'a PLTM has a 20-meter high head which is relatively low for a discharge of 5.1 m³/s. If the actual charge of the taluda'a PLTM is 40 meters high, the power that can be generated reaches 1.9 MW.
ANALISIS KINERJA TRANSMISI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO (PLTM) DESA TALUDA’A KABUPATEN BONE BOLANGO Abdul Rahim; Burhan Liputo; Romi Djafar; Yunita Djamalu
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i2.22

Abstract

The Mini Hydro Power Plant (PLTM) is an electricity facility located in Ilohuuwa Village, Bone District, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, using the irrigation channels of the Taludaa River and the Iya River. In the working area of ​​PT. PLN (Persero) Sultenggo Region, Gorontalo Branch. PLTM Taludaa Unit I always plans its operating system to obtain maximum electricity production according to targets every year. However, every generator will generally experience many problems with airflow and components that hinder the process of using electrical energy so that it can grow. The analysis results show that the transmission used is a shaft that is 3M long, and the post weighs 83 kg. The shaft is the transmission link from the turbine to the generator. Then, with the flywheel, it is just balancing the rotation or (Balancing) with a flywheel weight of 76 kg and the moment of inertia that is considered. It is 121.60kg/m2. Then, with the bearing resistance, the bearing life has been calculated based on the load and rotation speed. The greater the load and rotation speed, the smaller the bearing life. The results obtained are 14.5457 working hours, 6060 per day, 119 per month, and 16.6 per year, so it defines the bearing life as being able to last 16.6 years. The turbine efficiency result is 0.94, calculated using the data specifications in the Taluda'a PLTM or (MANUAL BOOK). Then, the results obtained by KW every day depend on the air flow entering the turbine. Calculated using specifications, it can produce 991.2 Kw per 1 unit. Meanwhile, the Taluda'a PLTM uses two teams, so the Kwh made is 991.2 Kw x2, calculated using the Taluda'a PLTM specification data. Evaluation of the average net capacity from 2022 to 2023 experiences an increase and decrease in Kwh produced due to the rainy and dry seasons.