Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah memicu perlunya reaktualisasi peran pendidik agar tetap relevan dalam ekosistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi peran guru melalui studi kasus integrasi teknologi di MTs Al Muawanah Majalaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap kepala madrasah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktualisasi peran guru di MTs Al Muawanah termanifestasi dalam tiga dimensi utama: sebagai fasilitator pembelajaran yang adaptif, kurator konten berbasis AI, dan kompas moral dalam etika penggunaan teknologi. Integrasi AI terbukti mampu meningkatkan efisiensi administratif dan personalisasi pembelajaran, namun tetap menempatkan guru sebagai pemegang otoritas pedagogis yang tidak tergantikan dalam aspek afektif dan penanaman nilai karakter. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pola kolaborasi melalui peer-mentoring menjadi kunci dalam mengatasi kesenjangan literasi digital antar pendidik. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran guru di era AI mengalami pergeseran dari sekadar sumber pengetahuan menjadi mentor yang membimbing siswa dalam bernalar kritis dan beretika digital (tabayyun). Studi ini memberikan implikasi pentingnya pengembangan profesionalisme guru madrasah yang berkelanjutan dalam menghadapi disrupsi teknologi.
Copyrights © 2026