Tulisan ini menguraikan pemikiran dari salah satu orientalis yaitu John Wansbrough. Dalam studi al-Qur’an ia dikenal sebagai salah satu orientalis yang cukup kontrofersial terutama pada kajian atas kenabian Muhammad, kitab suci al-Qur’an dan kesinambungan tradisi. Pada setiap kajiannya, khususnya dalam “Qur’anic Studies Source and Methods of Scriptural Interpretation” Wansbrough dianggap lebih banyak memunculkan kritik dari pada pembelaan. Dimana dia mempertanyakan bukti atau jaminan dari keaslian dan keauntetikan al-Qur’an. Hal ini karena menurut Wansbrough melalui analisisnya, al-Qur’an merupakan hasil dari persinggungan berbagai tradisi bahkan merupakan ciptaan dari agama sebelum masa kenabian Muhammad yakni Yahudi dan Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskripsi analisis. Adapun hasil dari penelitian ini didapati bahwa pandangan Wasnbrough tersebut didapatkan dengan menggunakan dua metode dalam meneliti al-Qur'an. Metode tersebut ialah historikal analisis dan literary analisis yang menitikberatkan pada kesesuaian isi al-Qur’an dengan kelogisan bahasa dan kisah-kisah yang termuat dalam al-Qur’an. Yang mengantarkannya pada kesimpulan bahwa apa yang ada didalam al-Qur'an bukanlah sebuah ajaran baru namun gabungan atau persinggungan dari tradisi yang telah ada.
Copyrights © 2024