Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu tradisi yang sangat menarik karena adanya perpaduan tradisi nilai nilai lokal dan nilai nilai agama. Sehingga adanya dua penggabungan dari wahyu dengan tradisi tidak bertolak belakang dengan apa yang ada dalam nilai nilai agama islam. Tempat yang dijadikan objek sasaranpun sangatlah relevan karena sejak dulu sampai saat ini masyarakat tetap menyelenggarakan tradisi ini untuk mendapat keberkahan dari malam Lailatul Qadar.Pokok permasalahan yang diteliti adalah tentang bagaimana praktik kegiatan tradisi nonoe colok serta pemaknaan masyarakat terhadap tradisi nonoe colok di Desa Angon Angon Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik nonoe colok dan pemaknaannya di Desa Angon angon Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi Karl Mannheim dengan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini mengandung tiga makna, diantaranya makna objektif, makna ekspresif dan makna dokumenter. Dari makna objektif pemaknaannya adalah bentuk penyambutan malam lailatul qadar. Itulah yang menjadi hal utama adanya tradisi ini.. Dari makna ekspresif mengandung makna bisa mempererat hubungan silaturrahmi antar masyarakat.. Sedang dari makna dokementer pemaknaannya adalah dapat memperkuat ukhuwah islamiyah dengan saling bertemunya antar masyarakat.
Copyrights © 2024