Burung banyak disebut dalam al-Qur’an, peran burung pada manusia dan karakteristik burung menjadi tema yang menarik dalam al-Qur’an. Burung mempunyai kemiripan biologis dengan manusia, bahkan sebagian mempunyai sistem sosial seperti masyarakat manusia dengan kepemimpinannya, dan meyakini bahwa kisah-kisah yang yang terdapat dalam al-Qur’an tersebut merupakan khazanah intelektual terpendam yang menyimpan banyak pelajaran dan hikmah, hakikat kebenaran, prinsip-prinsip hidup dan perjuangan, hubungan antara burung dan para nabi dalam al-Qur’an. Penelitian ini akan mengkaji ayat-ayat tentang burung dalam al-Qur’an dan hubungannya dengan para nabi berdasarkan perspektif tafsir Ath-Thabari. Dengan metode tematik yang memakai pendekatan kepustakaan (library research), menganalisis tafsir, kitab, dan referensi yang relevan. Hasil penelitian. Hubungan burung dengan para nabi mempunyai berbagai fungsi: Pertama burung Ababil dijadikan azab untuk menghancurkan pasukan Abrahah, Kedua burung Salwa sebagai nikmat bagi kaum Nabi Musa, Ketiga burung Hud-Hud difungsikan nabi sulaiman sebagai mata-mata, penunjuk keberadaan air, dan pembawa pesan. Kempat burung Gagak yang mengajarkan putra nabi Adam (Qabil) cara menguburkan saudaranya.
Copyrights © 2025