Pada era modern, perilaku konsumtif menjadi permasalahan ekonomi yang menonjol. Dalam Islam, konsumtif dikenal dengan dua istilah, yaitu isrāf dan tabdhīr. Frugal living, sebuah konsep yang bertentangan dengan gaya hidup konsumtif (kontra-konsumerisme), dapat dijadikan sebagai strategi alternatif gaya hidup islami yang menekankan kesederhanaan. Penelitian ini mengkaji relevansi prinsip-prinsip frugal living dalam Al-Qur’an melalui analisis tafsir Aysar al-Tafāsīr karya Abū Bakr al-Jazā’irī, sebuah kitab tafsir kontemporer yang dikenal dengan gaya penafsiran yang sederhana dan bercorak sosial. Metode kualitatif dan analisis isi digunakan untuk menelaah ayat-ayat. Hasilnya, prinsip-prinsip frugal living seperti pengelolaan harta bijak, konsumsi makanan dan minuman sesuai kebutuhan, dan kebiasaan berbagi, selaras dengan tafsir dan ajaran Islam. Temuan ini menunjukkan bahwa frugal living relevan secara sosial-ekonomi dan islami sebagai implementasi hidup sederhana Qur’ani.
Copyrights © 2025