Jurnal Kota Wali
Vol. 1 No. 1 (2025)

Pemanfaatan Kulit Pisang sebagai Penjernihan Minyak Jelantah, Solusi Ramah Lingkungan

Erlina Rachmawati (SMK N 1 Demak)
Rahmadinda Maharani Nugroho (Universitas Wahid Hasyim)
Jihad Ammar Izzata Nugroho (Universitas Islam Sultan Agung)



Article Info

Publish Date
26 Dec 2025

Abstract

Penggunaan minyak goreng dalam kehidupan sehari hari tidak dapat dihindari, terutama bagi ibu rumah tangga dan pecinta makanan gorengan. Namun bila digunakan secara berulang, akan berdampak buruk bagi kesehatan karena kandungan asam lemak bebas yang tinggi, warna minyak menjadi gelap, keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi. Banyak masyarakat akan menggunakan kembali atau membuang limbah minyak kedalam sampah atau ke selokan sekitar rumah dan ini akan mencemari perairan dan mengganggu ekosistem air. Sedangkan bagi masyarakat yang peduli, akan mengumpulkan jelantah dan dijual ke pengepul dan mendapatkan nilai ekonomis.. Melihat permasalahan tersebut, dicoba eksperimen dengan melakukan regenerasi minyak dengan memanfaatkan bahan alami limbah kulit pisang. Limbah ini mudah didapat dan dilingkungan sekitar. Antara lain dari sisa pedagang gorengan , pedagang makanan yang memanfaatkan pisang sebagai bahan baku atau buangan rumah tangga. Llimbah kulit pisang ini berupa kulit pisang segar dan kulit pisang yang dipotong kecil kecil dan dikeringkan. Supaya masyarakat terutama ibu rumah tangga bisa dengan mudah untuk mempraktekkan dalam kesehariannya. Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas antara kulit pisang segar dan kulit pisang kering dalam menjernihkan dan menurunkan kadar asam lemak bebas . Hasil yangdidapat kadar FFA minyak jelantah yang awalnya 2,99% menjadi 1,86 % dan mengalami penurunan sebesar 1.13%. Sedangkan dengan kulit pisang kering (dipotong kecil kecil) , yang sebelumnya sebesar 2.99% berkurang menjadi 1.58% dan mengalami penurunan sebesar 1.41%. Sedangkan tingkat kejernihan dilihat dari warna minya jelantah sebelum eksperimen berwarnagelap kehitaman menjadi berwarna coklat agak keruh. Sedangkan yang menggunakan kulit pisang kering cenderung berwarna coklat dan lebih cerah . Pemanfaatan limbah kulit pisang kering lebih efektif daripada kulit pisang segar, terutama dalam memperbaiki kejernihan minyak dan menurunkan kadar FFA dalam minyak. Eksperimen ini sangat sederhana, murah, dan ramah lingkungan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

kotawali

Publisher

Subject

Description

Jurnal Kota Wali bertujuan menjadi wadah ilmiah dan publikasi hasil penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengembangan daerah berbasis kearifan lokal, spiritualitas, dan inovasi pembangunan berkelanjutan di kawasan Kabupaten ...