This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kota Wali
Erlina Rachmawati
SMK N 1 Demak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Pisang sebagai Penjernihan Minyak Jelantah, Solusi Ramah Lingkungan Erlina Rachmawati; Rahmadinda Maharani Nugroho; Jihad Ammar Izzata Nugroho
Jurnal Kota Wali Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak goreng dalam kehidupan sehari hari tidak dapat dihindari, terutama bagi ibu rumah tangga dan pecinta makanan gorengan. Namun bila digunakan secara berulang, akan berdampak buruk bagi kesehatan karena kandungan asam lemak bebas yang tinggi, warna minyak menjadi gelap, keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi. Banyak masyarakat akan menggunakan kembali atau membuang limbah minyak kedalam sampah atau ke selokan sekitar rumah dan ini akan mencemari perairan dan mengganggu ekosistem air. Sedangkan bagi masyarakat yang peduli, akan mengumpulkan jelantah dan dijual ke pengepul dan mendapatkan nilai ekonomis.. Melihat permasalahan tersebut, dicoba eksperimen dengan melakukan regenerasi minyak dengan memanfaatkan bahan alami limbah kulit pisang. Limbah ini mudah didapat dan dilingkungan sekitar. Antara lain dari sisa pedagang gorengan , pedagang makanan yang memanfaatkan pisang sebagai bahan baku atau buangan rumah tangga. Llimbah kulit pisang ini berupa kulit pisang segar dan kulit pisang yang dipotong kecil kecil dan dikeringkan. Supaya masyarakat terutama ibu rumah tangga bisa dengan mudah untuk mempraktekkan dalam kesehariannya. Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas antara kulit pisang segar dan kulit pisang kering dalam menjernihkan dan menurunkan kadar asam lemak bebas . Hasil yangdidapat kadar FFA minyak jelantah yang awalnya 2,99% menjadi 1,86 % dan mengalami penurunan sebesar 1.13%. Sedangkan dengan kulit pisang kering (dipotong kecil kecil) , yang sebelumnya sebesar 2.99% berkurang menjadi 1.58% dan mengalami penurunan sebesar 1.41%. Sedangkan tingkat kejernihan dilihat dari warna minya jelantah sebelum eksperimen berwarnagelap kehitaman menjadi berwarna coklat agak keruh. Sedangkan yang menggunakan kulit pisang kering cenderung berwarna coklat dan lebih cerah . Pemanfaatan limbah kulit pisang kering lebih efektif daripada kulit pisang segar, terutama dalam memperbaiki kejernihan minyak dan menurunkan kadar FFA dalam minyak. Eksperimen ini sangat sederhana, murah, dan ramah lingkungan.