Kajian ini bermaksud untuk melakukan analisis keterampilan berpikir kreatif murid SMP melalui penerapan pembelajaran matematika berbasis outdoor learning. Empat indikator yang dipakai untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif murid meliputi divergen, fluency, flexibility, serta kebaruan, dengan lima tingkatan kategori yakni sangat kreatif, kreatif, cukup kreatif, kurang kreatif, serta tidak kreatif. Rendahnya daya pikir kreatif murid salah satunya disebabkan pembelajaran matematika yang kurang menarik. Outdoor learning mathematics ialah pendekatan pembelajaran di luar kelas, baik di lingkungan sekolah ataupunpun masyarakat, yang bermaksud merangsang minat murid terhadap matematika, membantu mereka mengerti manfaatnya pada kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan keterampilan pada memecahkan masalah nyata, sehingga secara tidak langsung mendorong perkembangan kreativitas. Kajian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Taman dengan melibatkan 33 murid sebagai sampel serta menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwasanya 12 murid memiliki keterampilan berpikir sangat kreatif, 15 murid kreatif, 5 murid cukup kreatif, 1 murid kurang kreatif, serta tidak ada murid yang tergolong tidak kreatif. Selain itu, berlandaskan analisis indikator, sebanyak 27 murid menguasai aspek divergen, 28 murid fluency, 26 murid flexibility, serta 12 murid kebaruan.
Copyrights © 2025