Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan matematis terhadap kemampuan siswa Sekolah Menengah Pertama dalam membangun pemahaman matematika. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan tiga siswa yang dipilih berdasarkan tingkat kecemasan matematisnya, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Proses pengumpulan data dilakukan melalui angket kecemasan matematis, lembar pencerapan informasi, pedoman wawancara, serta teknik triangulasi baik dari segi metode maupun sumber. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan berupa reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan matematis yang dialami siswa, semakin besar hambatan yang mereka hadapi dalam memahami serta mengolah konsep-konsep matematika. Siswa dengan kecemasan rendah mampu mengasimilasi dan mengakomodasi informasi dengan baik serta mencapai keseimbangan kognitif (equilibrim) tanpa hambatan berarti. Siswa dengan kecemasan sedang mengalami ketidakseimbangan kognitif ((equilibrium) pada awalnya, namun mampu mencapainya kembali melalui refleksi dan bantuan tambahan. Sebaliknya, siswa dengan kecemasan tinggi menunjukkan kesulitan besar dalam menerima dan mengolah informasi baru, serta tidak mampu mencapai keseimbangan kognitif (equilibrium) karena kecemasan yang dialami. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran dan intervensi yang mampu mereduksi kecemasan matematis, agar siswa dapat lebih optimal dalam mengembangkan pemahaman matematikanya.
Copyrights © 2025