Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas integrasi teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa di sekolah menengah pertama dengan keterbatasan infrastruktur. Pendekatan kuasi eksperimental digunakan dengan melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbasis AR yang dikembangkan secara lokal dan dapat diakses secara offline, serta kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengukur pencapaian belajar. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, sebagaimana dibuktikan oleh uji paired t-test (p < 0,05). Uji independent t-test juga mengungkapkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok, dengan rerata peningkatan skor sebesar 12,66 poin. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media AR yang ringan, hemat data, dan dirancang khusus untuk konteks pedesaan, menjawab tantangan kesenjangan digital dalam pendidikan matematika. Temuan ini menegaskan bahwa AR, bahkan dalam kondisi infrastruktur terbatas, mampu menjadi solusi efektif untuk memperkuat pemahaman konsep geometri yang abstrak.
Copyrights © 2025