Pengelolaan persediaan obat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kefarmasian rumah sakit karena berpengaruh terhadap efisiensi biaya dan kualitas pelayanan. Ketidaktepatan dalam perencanaan dan pengendalian obat dapat menyebabkan terjadinya kekosongan stok maupun penumpukan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengendalian obat standar rumah sakit menggunakan metode ABC, Economic Order Quantity (EOQ), dan Reorder Point (ROP) di Instalasi Farmasi RS X Kota Jambi Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder berupa data pemakaian dan harga obat tahun 2024. Analisis dilakukan menggunakan metode ABC untuk menentukan kelompok prioritas obat, metode EOQ untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, dan metode ROP untuk menentukan titik pemesanan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 416 item obat yang dianalisis, kelompok A terdiri dari 13% item obat dengan penyerapan biaya sebesar 75%, kelompok B terdiri dari 17% item obat dengan penyerapan biaya sebesar 15%, dan kelompok C terdiri dari 70% item obat dengan penyerapan biaya sebesar 10%. Hasil perhitungan EOQ menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal lebih efisien dibandingkan sistem pemesanan yang diterapkan rumah sakit. Analisis ROP menunjukkan bahwa beberapa item obat memerlukan pemesanan kembali lebih awal untuk mencegah kekosongan stok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ABC, EOQ, dan ROP dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan obat di Instalasi Farmasi RS X Kota Jambi.
Copyrights © 2026