cover
Contact Name
Leni Halimatusyadiah
Contact Email
lppmstikessalsabila@gmail.com
Phone
+6287842444741
Journal Mail Official
lppmstikessalsabila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang Pandeglang No. 33 (PAL-6) Kemanisan, Curug, Kota Serang - Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima (JIKD)
ISSN : 26547821     EISSN : 29879132     DOI : https://doi.org/10.60010/jikd
Core Subject :
Penelitian medis, klinis, dan komunitas mencakup kedokteran, kebidanan, dan keperawatan. Penelitian farmasi meliputi farmakologi dan toksikologi, farmasi klinik dan komunitas, biologi farmasi, farmasetika, farmasi mikrobiologi dan bioteknologi, serta farmakokimia. Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif. Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Primipara tentang Perawatan Payudara Di PMB Hj. Umyati S.ST, Keb Tahun 2020 Filda Fairuza; Fathiyati Fathiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v4i1.1

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas primipara sebanyak 30 responden. Tehnik sampling menggunakan total sampling. Metode pengumpulan data yaitu kuesioner berupa pernyataan. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil analisis univariat, sebagian dari responden berpengetahuan cukup tentang perawatan payudara sebanyak 17 responden (56,7%), berpengetahuan baik tentang pengertian perawatan payudara sebanyak 16 responden (53,3%), bepengetahuan baik tentang tujuan perawatan payudara sebanyak 19 responden (63,3%), berpengetahuan cukup tentang waktu melakukan perawatan payudara sebanyak 13 responden (43,3%), dan berpengetahuan cukup tentang tehnik perawatan payudara sebanyak 19 responden (63,3%). Sebagian besar ibu nifas primipara dalam pengetahuan cukup berdasarkan pengetahuan perawatan payudara 17 responden (56,7%) sedangkan berpengetahuan kurang berdasarkan waktu dan tehnik perawatan payudara. Disarankan untuk tenaga kesehatan di PMB Hj. Umyati S.ST, Keb lebih meningkatkan waktu dan tehnik melakukan perawatan payudara dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara.
Hubungan Karakteristik dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Banten Girang Kota Serang Fathiyati Fathiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.5

Abstract

Early detection of cervical cancer is one effort that can be done by women of childbearing age to avoid cervical cancer. The most common method is through pap smear and IVA examination. Based on the available data, the number of WUS who conducted IVA examination at Banten Girang Public Health Center in 2017 was only 227 people from 4830 target of WUS or about 4.7% from the target of 80%. The purpose of this research is to know the relation of characteristic and family support to the behavior of early detection of cervical cancer in fertile-age women in Banten Girang Community Health Center working area of ??Serang city in 2017, covering age, education, family income, and family support. This type of research is analytic, with cross sectional design (cross section). The study population is all women of infertile age in the Banten Girang health center. Results of a large sample count of 98 people. Data analysis is univariate analysis (frequency distribution) and bivariate analysis (Kai Squares test). The result of univariate analysis, known to WUS which do detection of cervical cancer as much as 32,7%, as much as 71,4% mother included in age> 40 years, 54,1% low educated mother, 61,2% mother of low family income, and 56 , 1% of mother's family support is absent. The results of bivariate analysis of variables related to early detection behavior of cervical cancer were maternal education (p value = 0,038 and OR = 2,733), family income (p value = 0,024 and OR = 2,957), and mother's family support (p value = 0,018 and OR = 3.116). While unrelated is age (p = 0,208). Suggestion in this research is Puskesmas can organize program for example by being participated by Puskesmas in early detection program of cervical cancer free of charge, in accordance with existing program, mother's family in order to give support to mother to do early detection of cervical cancer, for example by providing fund , provide information, and also provide motivation to the mother. Deteksi dini kanker serviks merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh wanita usia subur agar terhindar dari kanker serviks. Metode yang umum dilakukan adalah melalui pemeriksaan pap smear dan IVA. Berdasarkan data yang ada, jumlah WUS yang melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Banten Girang tahun 2017 adalah baru 227 orang dari 4830 sasaran WUS atau sekitar 4,7% dari target sebesar 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dan dukungan keluarga dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Banten Girang Kota Serang tahun 2017, meliputi umur, pendidikan, pendapatan keluarga, dan dukungan keluarga. Jenis penelitian ini analitik, dengan desain cross sectional(potong lintang). Populasi penelitian adalah semua Wanita Usia Subur yang ada di wilayah Puskesmas Banten Girang. Hasil penghitungan besar sampel sebanyak 98 orang. Analisis data yaitu analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariat (Uji Kai Kuadrat). Hasil analisis univariat, diketahui WUS yang melakukan deteksi kanker serviks sebanyak 32,7%, sebanyak 71,4% ibu termasuk dalam umur > 40 tahun, 54,1% ibu berpendidikan rendah, sebanyak 61,2% ibu pendapatan keluarganya rendah, dan 56,1% dukungan keluarga ibu tidak ada. Hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks adalah pendidikan ibu (p value = 0,038 dan OR = 2,733), pendapatan keluarga (p value = 0,024 dan OR = 2,957), dan dukungan keluarga ibu (p value = 0,018 dan OR = 3,116). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah umur (p = 0,208). Saran dalam penelitian ini adalah Puskesmas dapat menyelenggarakan program misalnya dengan diikutsertakan oleh Puskesmas dalam program deteksi dini kanker serviks secara Cuma-Cuma, sesuai dengan program yang ada, keluarga ibu agar dapat memberikan dukungan kepada ibu untuk melakukan deteksi dini kanker serviks, misalnya dengan menyediakan dana, memberikan informasi, dan juga memberikan motivasi kepada ibu.
Faktor Resiko Kejadian Perdarahan Post Partum Di RSUD dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Tahun 2017 Ika Lustiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.6

Abstract

Perdarahan Post Partum adalah perdarahan dalam kala IV yang lebih dari 500 CC dalam 24 jam setelah bayi dan plasenta lahir (Rustam : 2000) faktor resiko perdarahan postpartum yaitu: paritas, peregangan uterus yang berlebih, partus lama, umur, jarak hamil kurang dari 2 tahun, persalinan yang dilakukan dengan tindakan, anemia (Manuaba, 2007). Data yang diperoleh dari RSUD dr. Adjidarmo persalinan dengan perdarahan post partum sebanyak 471 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia, pemberian Akselerasi, persalinan lama, jarak kehamilan, gemeli, persalinan tindakan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak. Metode penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah 471 kasus Perdarahan Post Partum. Teknik sampling yang digunakan adalah tehnik Random Sampling dengan sampel yang dibutuhkan adalah 216. Analisis Bivariat dilakukan dengan Chi-Square. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang bermakna proporsi ibu yang mengalami Perdarahan post partum dengan anemia didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p? 0,05) dengan nilai OR yang besarnya 19.735, adanya hubungan yang bermakna proporsi ibu yang mengalami Perdarahan post partum dengan Akselerasi didapatkan nilai p sebesar 0.002 (p? 0,05) dengan nilai OR yang besarnya 2.908, adanya hubungan yang bermakna proporsi bayi yang mengalami Perdarahan Post partum Persalinan Lama Akselerasi didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p? 0,05) dengan nilai OR yang besarnya 4.970, adanya hubungan yang bermakna proporsi ibu yang mengalami Perdarahan post partum pada Jarak Kehamilan beresiko didapatkan nilai p sebesar 0.001 (p? 0,05) dengan nilai OR yang besarnya 3.333, adanya hubungan yang bermakna proporsi bayi yang mengalami Perdarahan post partum pada Gemelli didapatkan nilai p sebesar 0.002 (p? 0,05) dengan nilai OR yang besarnya 3.167, adanya hubungan yang bermakna proporsi ibu yang mengalami Perdarahan post partum pada persalinan tindakan didapatkan nilai p sebesar 0.000 (p? 0,05) dengan nilai OR yang besarnya 7.238.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu tentang Posyandu di Kelurahan Panggung Rawi Kecamatan Jombang Kota Cilegon Tahun 2018 Lilis Zuniawati Setianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.7

Abstract

Kegiatan posyandu diprioritaskan pada lima program meliputi KB (Keluarga Berencana), KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), gizi, imunisasi dan penanggulangan diare (Adisasmito, 2007). Pelayanan posyandu menurut target kegiatannya diharapkan diadakan sebulan sekali, tapi karena banyak yang kegiatannya terlalu menggantungkan pada dapat-tidaknya hadir petugas puskesmas, maka sasaran tersebut umumnya tidak terpenuhi. Posyandu sebaiknya berada pada tempat yang mudah didatangi oleh masyarakat dan ditentukan sendiri oleh masyarakat. Kegiatan posyandu dapat dilaksanakan di pos pelayanan yang sudah ada, rumah penduduk, balai desa, tempat pertemuan RK/RT atau di tempat khusus dibangun masyarakat (Zulkifli, 2008). Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif. Populasi kader berjumlah 36 kader posyandu. Sampel menggunakan tehnik non probabiliti sampling yaitu 36 kader posyandu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, maka analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan prosentase. Karakteristik responden berdasarkan umur didapatkan bahwa jumlah responden terbanyak berada pada kategori umur lebih dari 35 tahun sebanyak 28 orang (77.8%), Karakteristik berdasarkan pendidikan didapatkan hasil jumlah responden terbanyak berada pada kategori lulusan menengah pertama sebanyak 13 responden (36.1%), dan kategori karakteristik berdasarkan pekerjaan didapatkan hasil bahwa jumlah responden terbanyak berada pada kategori ibu bekerja (buruh, pedagang, dan karyawan) sebanyak 22 responden (61.1%). Tingkat pengetahuan responden tentang posyandu berada pada kategori tingkat pengetahuan baik, yaitu sebanyak 26 responden (72.2%).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di RSUD dr. Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun 2017 Nurmawati Nurmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.8

Abstract

Based on World Health Organization(WHO) data in 2015 that there were 303,000 women died during labor. According to data from the Indonesian Demographic Health Survey in 2012, the Maternal Mortality Rate (MMR) was 359per 100,000 live births. According to WHO, 40% of Maternal Mortality Rate in developed countries related to anemia in pregnancy. The prevalence of Hyperemesis Gravidarum in Indonesia was 14,8 %. In RSUD dr. Prawiranegara Hyperemesis gravidarum prevalence among pregnant women from January to December 2016 was 10.8%. This research was limited to gravida, multiple pregnancy, mola hidatidosa, and gastritis history. The study design was analytic survey with cross sectional method. The Pupulation were 2580 pregnant women , with a sample of 400 pregnant women. This study used secondary data and data were collected by using patient’s status and medical record. Data was analyzed by using SPSS. The result showed that variables which had significant relationship with Hyperemesis Gravidarum were gravida (p- value =0.000), a multiple pregnancy (p-value = 0.000 ). Of 4 independent variables that hadsignificant relationship with hyperemesis gravidarum in pregnancy were gravida and multiple pregnancy, and which had no significant relationship with Hyperemesis Gravidarum was Mola Hidatidosa and the history of gastritis. It is suggested to midwives to provide counseling for the prevention of hyperemesis gravidarum, thus pregnant women can consume a balanced diet to meet the need for mother and fetus. Berdasarkan data WHO tahun 2015 bahwa setiap tahunnya wanita yang bersalin meninggal dunia mencapai lebih dari 303.000 orang. Menurut data survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012 menyebutkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup.Prevalensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di Indonesia adalah 14,8%. Di RSUD dr. Drajat Prawiranegara prevalensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil pada bulan Januari-Desember 2016 yaitu sebesar 10,8%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperemesis gravidarum. Penelitian ini terbatas pada gravida, kehamilan ganda, molahidatidosa dan riwayat penyakit gastritis. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian sebanyak 2580 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 400 orang. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa status pasien/rekammedik. Data diolah dengan perangkat lunak SPSS versi 15. Variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian hiperemesis gravidarum adalah gravida dengan p-value 0,000, kehamilan ganda dengan p-value 0,000. Dari 4 variabel independen yang memiliki hubungan bermakna dengan hiperemesis gravidarum kehamilan yaitu gravida dan kehamilan ganda,dan yang tidak memiliki hubungan bermakna yaitu mola hidatidosa, dan riwayat penyakit gastritis. Diharapkan bidan memberikan penyuluhan untuk pencegahan hiperemesis gravidarum dan agar ibu hamil dapat mengkonsumsi menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan bagi ibu dan janinnya.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Budaya dengan Pern?kahan Us?a D?n? pada Perempuan d? Kampung C?beo Kelurahan Keman?san Curug Kota Serang Tahun 2018 Sandy Nurlaela Rachman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.9

Abstract

The United Nations Children's Fund (UNICEF) research noted that one in six girls in Indonesia married before the age of 18. The figure is 340,000 children per year. According to the BKKBN in 2014, 46 percent or the equivalent of 2.5 million marriages that occur every year in Indonesia the bride is between the ages of 15 to 19 years. Even 5% of them involve the bride who is under 15 years old. In Banten province the percentage of early marriage (<15 years) is 6.5%, (15-19 years) is 43%. Women who marry at an early age have a longer time to get pregnant and have a higher birth rate. The occurrence of early marriage can not be separated from the traditions and views of society towards marriage and family. The purpose of this study is the relationship between family and cultural support with early marriage for women in Cibeo Village, Kemanisan Village, Serang City, 2018. The design of this research is an analytical survey with a cross sectional survey approach. The population in this study using a total sampling technique of 45 people. Primary data were collected using a questionnaire. Data analysis went through two stages, namely univariate and bivariate (chi square). The results of the study on the incidence of early marriage were 28 (62.2%), there was a significant relationship between family support (p = 0.012), and culture (p = 0.039), with the incidence of early marriage.
Determinan Penggunaan Metode Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Cipocok Kota Serang Provinsi Banten Tahun 2016 Rina Octavia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.10

Abstract

Indonesia's population growth has increased. To control the population, one of the family planning program strategies is to reduce the Total Fertility Rate (TFR) by 0.46% to 2.14 children per woman. The use of IUDs is very low, factors including low education, participants' ignorance about the advantages of IUD contraception. This study aims to determine the determinants of the use of intrauterine devices (IUD). This type of research is an analytic survey with a cross sectional research design. The population of 4343 with a sample of 103 respondents in this study, the sampling technique was purposive sampling. Data collection was done by using a questionnaire. Data analysis with univariate, bivariate (chi square), multivariate. The results obtained as many as 44,70% of respondents have used intrauterine contraceptive devices. Respondents with young age (52.4%), higher education (56.3%), not working (50.5%), not at risk parity (55.3%), poor knowledge (60.2%), distance to close health services (59.2%), husband's support (59.2%). Variables related to the use of intrauterine contraceptive devices are age, education, occupation, knowledge and distance to health services. The dominant factor is education (p=0.016; OR=2.931). Respondents with higher education had a 2.9 times higher chance of using IUD contraception than respondents with low education. Unrelated variables were parity and husband's support. Education is the dominant factor associated with the use of intrauterine devices. It is recommended to the Serang City Health Office to improve education about IUDs through health promotion in the form of counseling, distribution of leaflets and even seminars that can be attended by all people in the Cipocok Health Center area.
Hubungan Aksesibilitas, Dukungan Tenaga Kesehatan dan Persepsi dengan Pelaksanaan Imunisasi TT Pra Nikah di Puskesmas Sukamulya Kecamatan Sukamulya Kab. Tangerang Tahun 2017 Dina Raidanti; Wahidin Wahidin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.11

Abstract

The implementation of Tetanus Toxoid immunization for brides and grooms has been regulated in the Ministry of Religion Decree No.2 of 1989 N0.162 – 1/PD.0304. EI that every prospective bride must have been immunized with Tetanus Toxoid. Tetanus vaccine in women who will marry can increase immunity from tetanus infection. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between accessibility, support from health workers and perceptions with the implementation of pre-marital TT immunization at the Sukamulya Health Center, Sukamulya District, Tangerang Regency in 2017. The type of research used was quantitative research using a cross sectional approach. The population in this study was 120 people and the sample used was 40 people. The sampling technique was carried out by accidental sampling. Univariate and bivariate data analysis using chi square technique. From the results obtained that the distribution of the frequency of the implementation of pre-marital TT immunization that was not immunized was (75.0%), accessibility was not supported (55.0%), lack of support for health workers (52.5%) and less perception (55.0%). %). The results of the chi square test showed that there was a significant relationship between accessibility (P-value = 0.000), support from health workers (P-value = 0.001), and the implementation of pre-marital TT immunization (P-value = 0.000). From the results of this study, it was concluded that there was a relationship between accessibility, support from health workers and perceptions with the implementation of premarital TT immunization.
Pengaruh Good Governance dan F?nanc?al Performance terhadap K?nerja Perguruan T?ngg? pada Akadem? Keb?danan Salsab?la Serang Tahun 2017 Andri Harpan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.12

Abstract

In its development, the Salsabila Serang Midwifery Academy has decreased interest from the community, thus demanding higher education governance that leads to good university governance in accordance with the mandate of the ministry, the financial performance of non-profit entities and performance measurement systems based on financial and non-financial refers to education standards high. The research method used in this study is descriptive and verification. The data used are primary data and secondary data. Data collection was carried out through documentation and questionnaires or questionnaires on 30 respondents. Sampling using using saturated sampling (census). To measure the magnitude of the influence of the three variables used Spearman rank coefficient correlation analysis and determination coefficient and hypothesis testing. The results of the study and discussion and conclusions are as follows: (1) With the calculation of the coefficient of determination, the variable good university governance (X1) gives an effect of 22.47% on the variable of college performance (Y) hypothesis testing shows tcount of 3.683> t table of 2.051 . (2) With the calculation of the coefficient of determination, the variable financial performance (X2), gives an effect of 99.80% on the variable of college performance (Y) Hypothesis testing shows tcount of 37.768> t table of 2.051. (3) With the calculation of the coefficient of determination, the variable good university governance (X1), the variable financial performance (X2), gives an effect of 99.60% on the variable of college performance, the remaining 0.40% is influenced by other factors not examined by author. Hypothesis test shows 506,983> ftabel of 3,354 means that Good University Governance (X1) and Financial Performance (X2) have an influence on College Performance (Y).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru Lahir di Puskesmas Curug Kota Serang Provinsi Banten tahun 2018. Leni Halimatusyadiah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.13

Abstract

In order to reduce child morbidity and mortality, the United Nations Children's Fund (UNICEF) and the World Health Organization (WHO) recommend giving colostrum immediately after birth and exclusive breastfeeding until the baby is 6 months old (Depkes RI, 2014). The Government of Indonesia through the Decree of the Minister of Health Number 450/SK/Menkes/VIII/2004 dated April 7, 2004 has determined exclusive breastfeeding for 6 months to mothers in Indonesia. (Infodatin, 2014). The purpose of this study was to determine the factors associated with giving colostrum to newborns at the Curug Health Center, Serang City, Banten Province in 2018. In this study, the authors used this type of research using observational analytics. The research method used is cross sectional. The population used in this study were mothers who gave birth normally at the Curug Health Center in Banten Province, amounting to 38 in October 2018. In this study, the sampling technique used was accidental sampling. The results of statistical research using chi-square showed that the knowledge and family support variables were associated with giving colostrum to newborns with p-values ??of (0.001 < (0.05) and (0.004 < (0.05). in order to increase knowledge, insight and seek as much information as possible about the benefits of breastfeeding, especially colostrum breast milk and it is hoped that mothers can improve relationships between individuals both with family and friends who can later share information, experiences and support each other in breastfeeding their children.

Page 1 of 14 | Total Record : 139