Kurikulum Merdeka merupakan salah satu inovasi kebijakan pendidikan di Indonesia yang dirancang untuk memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dan pendidik dalam mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan zamannya. Tujuan utama dari Kurikulum Merdeka adalah mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai yang tercermin dalam Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kompetensi pelajar sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, yang meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di salah satu sekolah menengah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap penguatan kompetensi peserta didik sesuai dimensi Profil Pelajar Pancasila. Guru berperan aktif dalam merancang pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang menekankan pada pengembangan karakter, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, fleksibilitas kurikulum mendorong peserta didik untuk lebih mandiri dalam mengelola proses belajarnya. Namun, hasil juga menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan sumber daya pendidik dan sarana pendukung pembelajaran. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka terbukti relevan dan efektif dalam meningkatkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila, meskipun masih memerlukan peningkatan dalam aspek pendampingan guru dan kesiapan infrastruktur.
Copyrights © 2025