cover
Contact Name
samudrailmuindonesia
Contact Email
samudrailmuindonesia01@gmail.com
Phone
+628216159635
Journal Mail Official
samudrailmuindonesia01@gmail.com
Editorial Address
Alamat : Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158 Blok A/2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 31246214     EISSN : 31246214     DOI : -
Core Subject :
Jurnal ilmu pendidikan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil penelitian, kajian teoretis, maupun telaah konseptual dalam bidang pendidikan. Jurnal ini berfungsi sebagai wadah komunikasi akademik antara peneliti, dosen, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, ide, serta inovasi yang dapat memperkaya pengembangan ilmu pendidikan. Secara umum, jurnal ilmu pendidikan diterbitkan secara periodik (misalnya dua kali atau empat kali setahun) oleh lembaga pendidikan tinggi, organisasi profesi, atau penerbit ilmiah. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review sejawat (peer-review) untuk memastikan kualitas akademik, keaslian, dan relevansi isi tulisan.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Peran Guru Sebagai Fasilitator dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Putri Anisa
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): November
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran di sekolah. Peran guru tidak lagi terbatas sebagai pemberi materi, melainkan juga sebagai fasilitator yang memandu siswa dalam mengakses, memahami, dan mengolah informasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran berbasis teknologi informasi, serta dampaknya terhadap motivasi dan kemandirian belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus di sekolah menengah di Kota X. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang berperan sebagai fasilitator mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan mendukung pengembangan keterampilan digital siswa. Selain itu, penerapan strategi pembelajaran berbasis teknologi informasi meningkatkan partisipasi aktif, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Kesimpulannya, peran guru sebagai fasilitator merupakan kunci keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di era digital.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kompetensi Profil Pelajar Pancasila Asty Raisha Agma
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): November
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu inovasi kebijakan pendidikan di Indonesia yang dirancang untuk memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dan pendidik dalam mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan zamannya. Tujuan utama dari Kurikulum Merdeka adalah mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai yang tercermin dalam Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kompetensi pelajar sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, yang meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di salah satu sekolah menengah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap penguatan kompetensi peserta didik sesuai dimensi Profil Pelajar Pancasila. Guru berperan aktif dalam merancang pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang menekankan pada pengembangan karakter, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, fleksibilitas kurikulum mendorong peserta didik untuk lebih mandiri dalam mengelola proses belajarnya. Namun, hasil juga menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan sumber daya pendidik dan sarana pendukung pembelajaran. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka terbukti relevan dan efektif dalam meningkatkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila, meskipun masih memerlukan peningkatan dalam aspek pendampingan guru dan kesiapan infrastruktur.
Pengaruh Penggunaan Media Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa di Era Merdeka Belajar Cisia Padila
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): November
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media digital terhadap motivasi belajar siswa dalam konteks penerapan kebijakan Merdeka Belajar. Perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan berbagai media digital yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, seperti video pembelajaran, platform interaktif, dan aplikasi edukatif. Namun, tingkat efektivitasnya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 siswa sekolah menengah yang menggunakan media digital dalam kegiatan belajar sehari-hari. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, khususnya dalam aspek minat, perhatian, dan kemandirian belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa media digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan pada kebebasan dan kreativitas peserta didik. Dengan demikian, guru diharapkan dapat terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan.
Pengaruh Literasi Digital terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Felia Elza
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): November
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam cara mahasiswa memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk menunjang kegiatan belajar. Literasi digital menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa agar dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar mahasiswa pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan di salah satu universitas negeri, dengan sampel sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui sejauh mana literasi digital mempengaruhi tingkat kemandirian belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar mahasiswa pendidikan. Mahasiswa dengan tingkat literasi digital yang tinggi cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola waktu, menentukan strategi belajar, serta memanfaatkan sumber daya digital secara mandiri untuk mencapai tujuan akademik. Dengan demikian, peningkatan literasi digital dapat menjadi salah satu strategi penting dalam mengembangkan kemandirian belajar mahasiswa di era digital.
Penerapan Model Project Based Learning dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Mimi Nurhidayanti
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): November
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar. Model PjBL menekankan pada kegiatan belajar yang berpusat pada siswa melalui penyelesaian proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan karya kreatif sebagai bentuk pemahaman terhadap materi pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar di Kota Padang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penilaian hasil proyek siswa. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk melihat peningkatan aspek kreativitas siswa sebelum dan sesudah penerapan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kreativitas siswa, meliputi kemampuan menghasilkan ide baru, orisinalitas karya, dan keberanian dalam mengemukakan pendapat. Persentase siswa yang menunjukkan kategori kreativitas tinggi meningkat dari 36% pada pra-siklus menjadi 84% pada akhir siklus kedua. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kolaboratif, dan menantang, sehingga dapat meningkatkan kreativitas siswa secara efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning merupakan salah satu pendekatan pembelajaran inovatif yang relevan untuk diterapkan di sekolah dasar guna mengembangkan potensi kreatif siswa dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan berpusat pada siswa.
Perubahan Bioma Akibat Global Warming Nia Silvina Daulay Daulay; Nila Armita; Hutri Rizki Amelia Amelia; Fatmawati Wati
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan bioma merupakan konsekuensi serius dari pemanasan global yang berdampak langsung terhadap keseimbangan ekosistem dan persebaran makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh global warming terhadap transformasi bioma serta implikasinya terhadap persebaran flora dan fauna. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 11 sumber literatur ilmiah yang diperoleh dari jurnal nasional, buku ilmiah, dan artikel lingkungan yang dipublikasikan pada tahun 2017–2026. Teknik analisis dilakukan melalui proses identifikasi, klasifikasi, evaluasi, dan sintesis data berdasarkan tema perubahan iklim, transformasi bioma, dan keanekaragaman hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu global dan perubahan pola curah hujan menyebabkan pergeseran zona vegetasi, fragmentasi habitat, degradasi tanah, serta penurunan biomassa mikroba tanah. Dampak tersebut memicu perubahan distribusi spesies, gangguan reproduksi organisme, hingga meningkatnya risiko kepunahan lokal pada spesies dengan toleransi lingkungan sempit. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa stabilitas bioma sangat dipengaruhi oleh interaksi antara faktor iklim dan aktivitas manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam memperkuat kajian biogeografi dan ekologi bentang lahan terkait hubungan antara perubahan iklim dan stabilitas bioma global sebagai dasar pengambilan kebijakan konservasi lingkungan.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Teknologi Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Agama Islam Siswa Mts Syifaaul Hikmah Tahun Ajaran 2024/2025 Dace Nurdiana; Indah Nursuprianah; Abdul Fatakh
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep agama Islam siswa akibat dominasi praktik pembelajaran konvensional yang belum memanfaatkan teknologi pendidikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis teknologi terhadap pemahaman konsep agama Islam siswa di MTs Syifaaul Hikmah Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dokumentasi, dan instrumen penelitian yang diberikan kepada siswa kelas VIII. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji paired sample t-test, dan regresi linear sederhana melalui IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata siswa dari 63,32 menjadi 81,07 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi efektif meningkatkan pemahaman konsep agama Islam siswa secara lebih interaktif dan kontekstual.
Pengaruh Fasilitas Kampus Terhadap Kepuasan Mahasiswa Baru Palma Juanta; Mutiara Fitri Salbilla Refalin; Silaban; Melinda Sabella Br Sebayang
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan mahasiswa merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan pendidikan di perguruan tinggi. Tingkat kepuasan yang tinggi dapat mencerminkan keberhasilan institusi dalam memenuhi kebutuhan dan harapan mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Salah satu faktor yang diduga memiliki pengaruh terhadap kepuasan mahasiswa adalah ketersediaan fasilitas belajar yang memadai. Fasilitas belajar mencakup berbagai sarana dan prasarana pendukung, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, akses internet, serta fasilitas penunjang lainnya yang berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas belajar terhadap tingkat kepuasan mahasiswa pada perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa sebagai responden penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara fasilitas belajar dengan kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas belajar memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kepuasan mahasiswa. Semakin baik kualitas dan kelengkapan fasilitas yang tersedia, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan mahasiswa dalam menjalani proses pembelajaran. Fasilitas yang memadai tidak hanya mendukung aktivitas akademik, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, motivasi belajar, serta persepsi mahasiswa terhadap kualitas layanan perguruan tinggi secara keseluruhan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pengelola perguruan tinggi perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan akademik. Dengan tersedianya fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, perguruan tinggi dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar sekaligus memperkuat daya saing institusi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Implementasi Kode Etik Guru dalam Komunikasi Interpersonal dengan Siswa di SD Negeri 060879 Medan Hajia Syahfitri; Jesica Ayu Livia Sihaloho; Meli Tri Wahyuni Br Rambe; Nurliza; Risha Magribi Lubis; Aman Simaremare; Michael Yudha Pratama
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan implementasi kode etik guru dalam berkomunikasi dengan siswa di SD Negeri 060879 Medan. Meskipun kode etik guru. telah diatur secara normatif dalam berbagai regulasi profesi keguruan, praktiknya di lapangan masih menunjukkan kesenjangan yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara semi terstruktur sebagai teknik utama pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru narasumber telah menginternalisasi kode etik melalui penggunaan bahasa yang santun, pendekatan humanis terhadap siswa bermasalah, perlakuan yang adil, dan pengendalian emosi yang profesional. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, beban emosional guru, dan tekanan ekspektasi, orang tua. Penerapan kode etik yang konsisten terbukti menciptakan iklim belajar yang aman dan kondusif serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa.
Mendidik Generasi Alpha: Relevansi Konsep Tarbiyah, Ta’lim dan Ta’dib di Tengah Arus Digitalisasi Nadiva Gita Syamsiyah; Sirly Amriya Hairiyati; Zachro Madaniah; Fauziah Nur Fadilah; Devy Habibi Muhammad
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Alpha (2010–2026) adalah generasi digital native yang hidup dalam kendali algoritma, sehingga rentan terhadap krisis atensi, keterasingan sosial, dan kerusakan moral. Artikel ini mengkaji bagaimana konsep pendidikan Islam klasik Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib yang dapat menjadi solusi komprehensif dalam menghadapi tantangan tersebut. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), hasil pembahasan menunjukkan bahwa Tarbiyah menggeser pola asuh dari pengawasan menjadi pendampingan emosional, Ta’lim bertransformasi dari transfer ilmu menjadi literasi digital dan cek fakta (tabayyun), sedangkan Ta’dib mengembalikan adab sebagai fondasi utama dalam interaksi virtual. Ketiga pilar ini tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi antara rumah (teladan orang tua), sekolah (kurikulum karakter), dan kesadaran anak dalam mengelola algoritma. Kesimpulannya, pendidikan Islam klasik justru sangat relevan di era digital karena mampu menjaga fitrah anak, membentuk ketahanan mental, dan menjadikan teknologi sebagai jembatan spiritual yang mendekatkan kepada Tuhan serta sesama.

Page 1 of 2 | Total Record : 19