Persimpangan jalan mempunyai peranan penting dalam kelancaran maupun keselamatan setiap pengendara, oleh karena itu di setiap persimpangan jalan harus ada rambu yang mengatur kelancaran di setiap pergerakan ruas jalan. Simpang tiga di Jl. Jaksa Agung Suprapto – Jl. KH Wahid Hasyim – Jl. Jamaluddin Kabupaten Sampang merupakan akses keluar masuk pusat kota yang tidak mempunyai fasilitas seperti traffic light yang membantu pergerakan jalan sehingga persimpangan jalan tersebut banyak pengguna jalan yang mengalami permasalahan kemacetan terkadang juga sering terjadi kecelakaan pada jam – jam normal. Maka tujuan penelitian ini guna meminimalisir kemacetan yang sering terjadi, serta bisa mengurangi resiko kecelakaan yang akan terjadi pada persimpangan tersebut. Metode dan pengolahan data menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk menganalisa simpang tak bersinyal, serta mengevaluasi menjadi simpang bersinyal. Hasil analisis kinerja eksisting didapatkan derajat kejenuhan puncak sebesar 1,26 dan LOS F pada waktu pagi, 0,87 dan LOS E pada waktu siang, 1,48 dan LOS F pada waktu sore. Dari hasil perencanaan lampu lalu lintas (traffic light) didapat waktu aktual hijau pagi sebesar 4 detik untuk fase 1, 10 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3, waktu aktual hijau siang sebesar 3 detik untuk fase 1, 9 detik untuk fase 2, 5 detik untuk fase 3, dan waktu aktual hijau sore sebesar 4 detik untuk fase 1, 10 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3. Analisa lampu lalu lintas (traffic light) setelah di forecasting 5 tahun kedepan didapat waktu aktual hijau pagi sebesar 4 detik untuk fase 1, 12 detik untuk fase 2, 8 detik untuk fase 3, waktu aktual hijau siang sebesar 4 detik untuk fase 1, 10 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3, dan waktu aktual hijau sore sebesar 5 detik untuk fase 1, 12 detik untuk fase 2, 6 detik untuk fase 3
Copyrights © 2023