Setiap proyek mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda sehingga terjadi perbedaan biaya antara satu bangunan dengan bangunan lainnya meski dalam satu lokasi, tergantung pada kondisi existing bangunan, cukup penting untuk kontrol kualitas dan kuantitas pekerjaan. Ada beberapa analisa yang dapat digunakan, analisa B.O.W (Burgerlijke Open bare Werken), SNI, ataupun AHSP berdasarkan PERMENPU bidang PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat. Menurut Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang PUPR. Oleh karenanya dibutuhkan perencanaan yang matang dengan menganalisis item pekerjaan yang akan dikerjakan dan mereduksi waste factor / faktor buang dalam AHSP 2022. diharapkan dapat ditemukan item pekerjaan yang memiliki waste factor / faktor buang yang besar. Salah satu contoh pengambilan sampel penelitian yaitu pada analisa harga satuan pemasangan keramik dibandingkan dengan harga borongan pemasangan keramik yang datanya diambil secara random dari beberapa mandor / pelaksana dari kontraktor besar, atau membandingkan nilai koefisien pemasangan keramik dengan koefisien pemasangan ubin. Maka dengan keterbatasan dalam ketersediaan dana yang ada, untuk memenuhi kegiatan pembangunan tersebut dibutuhkan analisa harga satuan yang lebih terjangkau dengan mereduksi koefisien dalam ASHP 2022 supaya rencana pembangunan dapat terselesaikan hingga finish. Kegiatan Pembangunan yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk baik yang bersumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana AlokasiKhusus (DAK) bertujuan untuk mewujudkan peningkatan akses bagi masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas Koefisien yang lebih efisien dicapai melalui penyesuaian koefisien yang ada dalam AHSP 2022 dan penyesuaian beberapa item pekerjaan yang memiliki faktor pemborosan yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan nyata di lapangan serta penyesuaian terhadap tingginya harga borong kerja yang ada di pasaran. Selisih dari perhitungan Analisa reduksi terhadap AHSP 2022 menghasilkan pengurangan (efisiensi) antara 10% hingga 40%. Dengan menggunakan Analisa Reduksi, RAB yang efisien dapat menghemat 20% anggaran atau 80% dari RAB dengan AHSP 2022. Penghematan sebesar Rp.1.630.576.000,00 dikurangi dari Rp.1.299.844.000,00 = Rp.330.732.000,00.
Copyrights © 2024