Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan limbah paku kayu dan penambahan zat additive superplasticizer untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal pada umur 28 hari. Adapun variasi persentase Limbah Paku Kayu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0%, 1,5%, 2%, dan 3% dari berat pasir, tampa penambahan zat additive dan menggunakan zat additive superplasticizer 1% dari berat semen. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode penelitian eksperimental dengan menggunakan benda uji silinder 150 x 300 mm sebanyak 96 benda uji untuk uji tekan dan uji kuat tarik belah. Hasil penelitian dengan kadar penambahan limbah Paku kayu sebesar 0%, 1,5%, 2%, dan 3% tampa penambahan zat additive superplasticizer 1% kuat tekan beton adalah sebesar 18,30 Mpa; 18,49 Mpa; 19,62; dan 19,81 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,36 Mpa; 2,42 Mpa; 2,50 Mpa; dan 2,52 Mpa. Sedangkan untuk variasi limbah paku dengan penambahan zar additive superplasticizer 1% kuat tekan bedan adalah sebesar 18,39 Mpa; 26,98 Mpa; 25,09 Mpa; dan 25,47 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,69 Mpa; 2,78 Mpa; 3,25 Mpa; dan 3,28 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan kuat tarik belah maksimum pada variasi limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada variasi 1,5% untuk kuat tekannya. Untuk kuat tarik belahnya pada variasi 3%. Menurut hasil penelitian, penambahan limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada campuran beton dapat meningkatkan sifat mekanik beton sehingga bisa direkomendasikan walaupun peningkatan kuat tekan dan tarik belah tidak terlalu signifikan atau relatif kecil.
Copyrights © 2024