CONCRETE: Construction and Civil Integration Technolog
Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025

TRIP DISTRIBUSI PENUMPANG ANGKUTAN BUS DALAM KOTA SURABAYA RUTE TERMINAL PURABAYA – JMP VIA PASAR TURI SETELAH BEROPERASINYA SUROBOYO BUS: PASSENGER DISTRIBUTION TRIP FOR BUS TRANSPORTATION IN SURABAYA CITY ROUTE PURABAYA TERMINAL – JMP VIA PASAR TURI AFTER THE OPERATION OF SUROBOYO BUS

R Endro Wibisono (Universitas Negeri Surabaya)
Laila Gupita (Universitas Negeri Surabaya)



Article Info

Publish Date
10 Nov 2025

Abstract

Perencanaan transportasi adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan sistem transportasi yang memungkinkan manusia dan barang bergerak atau berpindah tempat. Tujuan dasar perencana transportasi adalah memperkirakan jumlah serta lokasi kebutuhan pada masa mendatang atau pada tahun rencana yang akan digunakan untuk berbagai kebijakan investasi perencanaan transportasi (Wakkary Zadke Marcell, 2022). Surabaya merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang dikenal dengan kota metropolitan. Pasca beroperasinya Suroboyo Bus, bus kota mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan harga, fasilitas, dan pelayanan yang diberikan Suroboyo Bus lebih menguntungkan dari yang diberikan oleh bus kota. Dalam perencanaan dan pemodelan transportasi, perlu adanya Trip Distribution tanpa batasan (Unconstrained) untuk menganalisa perencanaan distribusi perjalanan yang dilakukan oleh penumpang Bus Kota Rute Terminal Purabaya – JMP via Pasar Turi agar dapat menampung volume kapasitas kendaraan pada beberapa tahun kedepan. Trip distribution merupakan salah satu model sintesis transportasi yang dapat dikembangkan menjadi model gravity sebagai model untuk suatu konsep perencanaan transportasi di daerah tanpa adanya keterbatasann waktu dan biaya. Trip distribution ini menghasilkan Matriks Asal dan Tujuan (MAT) untuk tiap maksud perjalanan sebagai fungsi atribut sistem kegiatan (bangkitan dan tarikan) dan atribut jaringan (waktu perjalanan interzona), dengan ukuran hambatan perjalanan (waktu perjalanan dan generalized cost) antara dua zona (McNally, 2000). Surveyor melakukan survei dinamis dengan pengambilan data sebaran perjalanan penumpang untuk mengetahui dan mencatat data yang dibutuhkan dalam penelitian. Survei dilakukan di Bus Kota Koridor F dengan rute Terminal Purabaya – JMP via Pasar Turi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sehingga dengan data yang didapat dilakukan analisis yang disesuaikan dengan rumus analisis (Gravity Model) tanpa batasan (unconstrained). Hasil kalibrasi faktor R^2 terhadap parameter hambatan fungsi pangkat atau power terpilih adalah parameter waktu. Hasil nilai SSE terkecil yaitu SSE Fungsi Power dengan nilai 9.573,73. Nilai SSE terkecil dituliskan rumus perhitungan pemodelan distribusi perjalanan

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

concrete

Publisher

Subject

Description

The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of civil engineering are welcome, which includes, but is not limited to: -Building Materials and Structures -Coastal and Harbor Engineering -Constructions Technology ...