Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum, menganalisis ketersediaan air pada intake, dan merekomendasikan sistem pembagian air yang optimal. Studi kasus penelitian ini di Daerah Irigasi Ngrengket UPTD Widas Kabupaten Nganjuk dengan luas baku sawah sebesar 601 Ha. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan, pola tanam, dan debit air dari intake. Analisis dilakukan dengan menghitung kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum serta mengevaluasi ketersediaan air pada intake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi maksimum mencapai 2,40 liter/detik/hektar dan kebutuhan minimum sebesar 0,60 liter/detik/hektar. Ketersediaan air untuk pola tanam Padi-Padi-Palawija pada Bulan Februari, Maret I, Juli I, dan November I dinyatakan mencukupi, sementara pada Bulan Maret II, Juni I&II, Juli II, Agustus I&II, September I&II, Oktober I&II, November II, Desember I&II, Januari I&II mengalami defisit air. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pembagian air yang efisien melalui rotasi pemberian air menggunakan sistem golongan. Untuk Daerah Irigasi Ngrengket dibagi menjadi dua golongan. Perhitungan debit rencana menunjukan bahwa Q=100% sebesar 1136,66 liter/detik/hektar dan untuk Q=50% sebesar 568,33 liter/detik/hektar dengan pembagian rotasi periode I selama 3 hari 14 jam dan periode II sebesar 3 hari 10 jam.
Copyrights © 2025