Penelitian ini menganalisis peran kohesi gramatikal dalam 15 artikel redaksi bertema seni dan budaya di Mojok.co (periode Juni–Oktober 2024). Dengan pendekatan analisis wacana kualitatif, ditemukan bahwa penggunaan substitusi, referensi, repetisi, dan konjungsi tidak hanya berfungsi sebagai alat linguistik untuk memperkuat struktur teks, tetapi juga menjadi sarana penyampaian ironi, humor, dan kritik sosial yang khas. Hasil analisis menunjukkan tiga fungsi utama: (1) membangun argumen yang sistematis, (2) meningkatkan keterikatan pembaca melalui gaya narasi personal, dan (3) memperkuat identitas kultural dalam menyampaikan pesan seni-budaya. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap studi linguistik terapan, khususnya dalam konteks media digital Indonesia, dengan menegaskan bahwa kohesi gramatikal tidak sekadar alat teknis, melainkan elemen strategis dalam membentuk gaya penulisan yang efektif dan berdampak sosial.
Copyrights © 2025