Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Afirmasi Positif pada Laman Akun Tiktok @iwan.komikharian sebagai Penguatan Karakter Integritas Siswa Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani; Markhamah
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.444

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran afirmasi positif dalam konten TikTok @iwan.komikharian sebagai strategi penguatan karakter integritas siswa. Metode kualitatif deskriptif diterapkan dengan analisis konten terhadap 15 video yang memuat kalimat afirmasi positif. Hasil penelitian mengungkap bahwa afirmasi positif secara efektif mengembangkan empat dimensi integritas: (1) kejujuran, (2) tanggung jawab, (3) refleksi diri, dan (4) konsistensi. Format audiovisual dan interaktif TikTok terbukti memudahkan internalisasi nilai-nilai tersebut, sesuai dengan elemen Profil Pelajar Pancasila. Temuan ini menegaskan potensi platform media sosial sebagai sarana inovatif pendidikan karakter di era digital, sekaligus merekomendasikan kolaborasi antara pendidik dan kreator konten untuk merancang materi serupa.
Kohesi Gramatikal pada Artikel Redaksi Bertema Seni dan Budaya di Media Digital Mojok.co Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani; Atiqa Sabardila
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.446

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran kohesi gramatikal dalam 15 artikel redaksi bertema seni dan budaya di Mojok.co (periode Juni–Oktober 2024). Dengan pendekatan analisis wacana kualitatif, ditemukan bahwa penggunaan substitusi, referensi, repetisi, dan konjungsi tidak hanya berfungsi sebagai alat linguistik untuk memperkuat struktur teks, tetapi juga menjadi sarana penyampaian ironi, humor, dan kritik sosial yang khas. Hasil analisis menunjukkan tiga fungsi utama: (1) membangun argumen yang sistematis, (2) meningkatkan keterikatan pembaca melalui gaya narasi personal, dan (3) memperkuat identitas kultural dalam menyampaikan pesan seni-budaya. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap studi linguistik terapan, khususnya dalam konteks media digital Indonesia, dengan menegaskan bahwa kohesi gramatikal tidak sekadar alat teknis, melainkan elemen strategis dalam membentuk gaya penulisan yang efektif dan berdampak sosial.
Kritik Sosial dalam Monolog Apakah Kita Sudah Merdeka Karya Putu Wijaya dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sastra SMA Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani; Ali Imron Al- Ma’ruf
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan struktur naskah monolog Apakah Kita Sudah Merdeka karya Putu Wijaya melalui pendekatan sosiologi sastra; (2) menguraikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam naskah; dan (3) memaparkan relevansi temuan untuk pembelajaran sastra di SMA berdasarkan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan strategi studi pustaka. Analisis data menerapkan model semiotik (pembacaan heuristik-hermeneutik) untuk mengungkap makna literal dan simbolik kritik sosial. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber (perbandingan dengan kajian pustaka sekunder). Hasil penelitian menunjukkan: (1) struktur naskah mencakup tema, alur campuran, penokohan, dan latar; (2) kritik sosial teridentifikasi dalam ranah ekonomi, politik, hukum, budaya, serta media dan teknologi; serta (3) implementasi naskah sesuai Kompetensi Dasar 4.8 Kurikulum Merdeka guna mengembangkan daya kritis, kesadaran sosial, dan apresiasi sastra siswa SMA.